10 etika menggunakan Email (Netiket)

| 31 May, 2011 | 0 Comments

10 etika menulis dan mengirimkan email, artikel tentang netiket di masbadar.comKini masyarakat kita menjadi terhipnotis dengan jejaring sosial semacam facebook, twitter dan google plus. Berbahasa menjadi hal yang tidak lagi dipandang harus mengedepankan etika dan pakem yang semestinya. Terlalu jauh jika harus membahas fenomena bahasa alay, konon lahirnya bahasa alay ini karena pengaruh teknologi, SMS hingga jejaring sosial.

Bagaimana dengan ber-email? Pekerjaan pada zaman ini hampir selalu menghendaki penggunaan email. Membuat dan mengirimkan email tentu berbeda dengan sekedar mengup-date status di jejaring sosial. Email bersifat lebih formal. Karena sifatnya yang cenderung lebih formal, setidaknya seperti dalam kehidupan sehari-hari kita ketika kita mencoba untuk hidup dengan etika yang tepat, kita juga harus belajar etiket yang tepat di dunia maya komputer ini.

Jenis etiket dikenal oleh orang-orang IT di “Netiquette”. Ada banyak buku ditulis mengenai netiquette ini. Tapi siapakah yang sempat dan rajin baca-baca buku? Anda yang sibuk di depan komputer pasti akan kurang waktu luang untuk baca buku, oleh karena itu, alasan saya untuk mengembangkan daftar Prinsip Netiquette, saya merasa sebagian besar orang menggunakan internet harus menyadari; jika kita dapat mengikuti prinsip -prinsip dasar netiket kita dapat menghindari menyinggung seseorang tanpa menyadarinya.

Prinsip Ke – Satu: Jangan menulis menggunakan huruf kapital semua. Huruf kapital seolah menandakan anda sedang marah atau berteriak. Jika ingin menambahkan penekanan pada sebuah kata, gunakan tanda asterik (*).

  • Contoh yang benar: “Halo, apa kabar, sobat?”
  • Contoh yang salah: HALO, APA KABAR, SOBAT?

Prinsip kedua: Jangan diketik dengan font warna Merah. Warna merah identik dengan perasaan /sifat marah, keras atau berteriak.

Prinsip ketiga: Selalu sertakan subject atau judul email. Berikan subjek yang sesuai untuk email anda.

  • Contoh yang benar: Undangan Rapat Organisasi
  • Contoh yang salah: Dateng ya ntar malem di rapat organisasi kita

Prinsip keempat: Sertakan selalu nama Anda. Email tanpa nama jelas tidak sopan, layaknya surat kaleng atau seperti panggilan pake private number, ngeselin bukan?

Prinsip kelima: Cek ejaan bahasa sebelum email dikirimkan. Bahasa yang berantakan menandakan tidak-profesionalnya anda, dianggap meremehkan bahasa dan bisa berimbas pada kualitas kemampuan komunikasi anda.

Prinsip keenam: Ketahui dan fahami email yang anda terima, meski tidak akan langsung anda balas email tersebut. Membuat jawaban balasan sederhana semisal, “Terima kasih telah mengrimkan email, saya akan segera menjawab pertanyaan anda, mohon menunggu” akan memberi efek yang lebih baik terhadap pengirim email. Anda bis memanfaatkan fasilitas penjawaban otomatis yang banyak tersedia di banyak layanan email seperti Gmail atau Yahoo-mail.

Prinsip ketujuh: Don’t wander off the subject or *over talk* your message. Messages should be short and to the point. If you want to write a story, then write one and post it on a blog, not in an email or networking group.

Prinsip kedelapan: Perhatikan perbedaan antara Reply to Sender dan Reply to All. Anda akan dianggap menyebalkan dan bisa saja mendapat prediakt spammer ketika mengirimkan balasan ke sebuah email lalu semua orang di group anda mendapatkan email anda.

  • Gunakan “Reply to All”, jika memang orang satu group ingin anda tuju
  • Gunakan “Reply to Sender”untuk membalas kepda si pengirim saja

Prinsip kesembilan: Once you click the send button you cannot take your message back. Don’t send emotional messages until you have had time to think about the subject.

Prinsip kesepuluh: Don’t forward chain letters and hoaxes. This is a good way to get your email banned by the receiver. People today, especially in the business world don’t want to have their time wasted by these types of messages.

I hope this helps everyone understand proper netiquette a little better. The next time you post a message on a board, social group, or send an email I hope you will keep these principles in mind.

Tags: , , , , , , , , , ,

Category: Tekno

Comments (0)

Trackback URL | Comments RSS Feed

There are no comments yet. Why not be the first to speak your mind.

Leave a Reply