Definisi dan Sejarah Komunikasi, bag. ke-3
>>Tulisan sebelumnya: Definisi Komunikasi Bag. 01<<
>>Tulisan sebelumnya: Definisi Komunikasi Bag. 02<<
III KOMUNIKASI ANTARPERSONAL
Dalam setiap masyarakat, manusia memiliki bahasa dan tulisan yang telah berkembang sebagai suatu cara dalam berbagi pesan dan maksud. Bentuk paling umum komunikasi sehari-hari adalah antarpersonal, yakni antar wajah, pada waktu dan tempat yang sama.
Bentuk paling mendasar komunikasi antarpersonal adalah dyad (sebuah pertemuan atau percakapan antara dua orang). Beberapa dyad telah ada lama sekali, seperti dalam pernikahan atau hubungan. Komunikasi yang sehat dalam dyad membutuhkan kemampuan percakapan. Komunikator (orang yang bercakap-cakap) harus mengetahui kapan untuk mulai dan mengakhiri percakapan, bagaimana membuat mereka mengerti, bagaimana merespon pernyataan rekan bicara mereka, bagaimana menjadi peka terahadap perhatian rekan bicara mereka, bagaimana untuk beralih pembicaraan, dan bagaimana untuk menyimak. Bersama, kemampuan-kemampuan ini disebut kompetensi komunikasi. Perasaan malu dan keseganan untuk berinteraksi disebut kesulitan komunikasi. Persuasi adalah proses meyakinkan orang lain bahwa ide atau pandangan seseorang bermutu atau penting.
Komunikasi kadang terjadi dalam kelompok kelompok kecil, seperti keluarga, klub, kelompok agama, persahabatan, atau kelompok kerja. Kebanyakan interaksi kelompok kecil melibatkan kurang dari 10 orang, dan mereka yang berbicara membutuhkan kemampuan komunikasi yang sama sebagaimana dalam percakapan diadis. Betapapun, faktor tambahan yang disebut sebagai dinamika kelompok ikut bermain dalam kelompok kecil. Sebuah kelompok mungkin saja akan mencoba menetapi consensus, semacam pengertian untuk saling memahami atau kesepahaman dengan orang lain dalam sebuah kelompok.
Pemikiran sebelah pihak suatu kelompok bisa saja terjadi, ketika suatu kelompok mencapai consensus sehingga begitu saja para anggota kelompok ini mengabaikan ide pemikiran kelompok lain. Mereka yang termasuk keompok minoritas akan mengalami perpecahan bahkan konflik.
IV KOMUNIKASI JARAK JAUH
Sejak dulu, manusia butuh berkomunikasi antar jarak dan waktu. Sejak dimulainya tulisan, media komunikasi telah memungkinkan pesan dikirim menjelajah jarak dan waktu. Sebuah medium komunikasi adalah suatu maksud guna merekam dan mentransportasikan sebuah pesan atau informasi. Kata “MEDIUM” berasal dari kata latin “MEDIUS” yang berarti di tengah atau di antara. Media adalah suatu saluran atau jalan untukmengirmkan sebuah pesan di antara para pelaku komunikasi. Sebuah saluran tunggal, seperti radio, atau sebuah buku, misalnya, atau sebuah telepon, adalah disebut sebagai sebuah medium; MEDIA adalah bentuk plural (jamak), yang bermakna lebih dari satu medium.
A Metode Komunikasi Terdahulu
Masyarakat awal terdahulu membangun system untuk mengirimkan pesan atau tanda sederhana yang dapat dilihat, didengar melewati jarak pendek, menggunakan pukulan drum, tanda asap, atau menggunakan obor. Pesan –pesan pada masa dulu ditempelkan pada kaki burung merpati pos yang diterbangkan dari rumah ke rumah (cara ini telah digunakan semenjak Perang Dunia I, yang dimulai tahun 1914). Sistem Semapur (kode visual) yang menggunakan bendera atau kilasan cahaya telah digunakan untuk mengirim pesan, untuk jarak dekat cara ini dinilai mudah, namun banyak kendala ketika digunakan dalam jarak yang cukup jauh, seperti antar puncak bukit, atau antar kapal di laut.
Pada awal 1790-an ilmuwan dan Insinyur Perancis Claude Chappe meyakinkan pemerintah Perancis memasang sebuah system menara yang menggunakan tanda semapur untuk mengirim telegraf visual sepanjang rute yang disetujui di seantero negeri itu. Sistem tersebut kemudian ditiru di Inggris dan Amerika Serikat.
Beberapa masyarakat kuno, seperti Roman dan kekaisaran Bizantium, memperluas pengawasan territorial mereka jauh melewati batas Negara, dan melakukan perdagangan dengan negera tetangga yag lebih jauh. Untuk mempertahankan jauh dan luasnya cakupan teritori wilayah mereka, maka mereka membutuhkan dua tekhnologi yang bahkan bertahan hingga kini: transportasi dan kemampuan untukmerekam informasi. Pesan-pesan yang terrekam harus di bawa dengan mudah, karenanya bentuk media yang lebih ringan (seperti papyrus dan kulit binatang) sangat dibutuhkan.
B Kertas dan Cetakan
Medium komunikasi teringan pertama kali adalah papyrus, sebuah wujud awal kertas yang digunakan oleh orang-orang Mesir yang terbuat dari tumbuhan sejenis rumput bernama rid. Belakangan, pada abad kedua Masehi, bangsa Cina menulis menggunakan media kain sebagai pengganti kayu, dan mengembangkan bentuk kertas yang terbuat dari serat sutra. (Sekarang, kertas yang terbuat dari katun atau serta linen tetap disebut kertas rag.)
———————————————
Category: Artikel
































Comments (0)
Trackback URL | Comments RSS Feed
There are no comments yet. Why not be the first to speak your mind.