Gempa Sumatera Tsunami Mentawai dan Erupsi Gunung Merapi

Gempa Sumatera tsunami Mentawai dan erupsi gunung Merapi. Tidak bisa kita menyalahkan siapapun atas takdir bahwa sebagian besar daratan negeri ini berada di atas pertemuan beberapa lempengan benua, berderet berpulau-pulau di sepanjang cerobong magma di perut bumi yang membentang dari Sumatera Jawa Bali hingga Nusa Tenggara.

Semua itu dengan segala resiko dan keuntungan. Seperti mereka para penduduk gunung Merapi, Jogjakarta. Tinggal di area berbahaya bukan tanpa keuntungan.

Daratan berupa lembah, bukit pegunungan yang indah dengan segala tekstur tropis nan surgawi, kekayaan alam berupa aneka bahan tambang dan  mineral, serta semua kesejahteraan kesuburan, segala kenyamanan hidup di garis katulistiwa, tidak bisa dilepaskan dari semua pengaruh bentuk proses geologi nun jauh di bawah tanah sana.

Tanpa gempa dan aktivitas vulkanik, dan aneka proses alami geolgi lainnya, pegunungan beserta perbukitan dan lembah ngarai nan indah tak akan pernah ada.

Tidak ada mereka, maka tak akan pernah ada keindahan dan kesuburan syurga tropis ini.

Apa yang terjadi ketika Sang Pemilik sekaligus sang desainer surga tropis ini mengambil kembali hak milik Nya atau me-reformat kembali maket mini bernama kepulauan Nusantara ini?

Hanya menunggu waktu saja bagi kita ketika Tuhan berkehendak.

Kini Dia telah berbuat. Segala kenikmatan syurga tropis berubah menjadi kepedihan neraka. Belasan? Ratusan? ah tidak cukup, bagaimana jika Ia menginginkan Ribuan?

Wahai sang Pemilik, kepada Engkaulah kami bertaubat, kepada Engkaulah kami kembalikan segalanya.

Sambungan cerita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>