Karawang Ibu Kota Indonesia?

karawang

Karawang disebutkan di urutan pertama pada daftar calon kota-kota pengganti Jakarta oleh Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah Velix Vernando Wanggai. Velix menyebut Karawang, Lampung, Palembang, Palangkaraya, Jonggol, Purwokerto, Magelang, dan Malang. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan ada kota lain yang dipertimbangkan, demikian Republika menulis.

Menurut Velix, pemerintah akan mengambil keputusan soal wacana pemindahan ibukota sebelum 2014. Keputusan itu merupakan pilihan atas tiga opsi pengembangan ibukota dan pusat pemerintahan.

Tiga opsi itu pernah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika bertemu pengurus Kamar Dagang Industri (Kadin) pada September 2010 lalu. Presiden menilai ada perubahan fundamental di Jakarta, sehingga pemerintah perlu berbuat sesuatu untuk mengatasi berbagai masalah, khususnya kemacetan.

Velix mengatakan, opsi yang ditawarkan Presiden itu adalah memutuskan ibukota dan pusat pemerintahan tetap di Jakarta, namun disertai pembenahan total. Kedua, ibukota tetap di Jakarta, tapi pusat pemerintahan digeser. Ketiga, yang tergolong radikal, yakni ibukota dan pusat pemerintahan dipindah dari Jakarta.

“Sebelum 2014 akan diputuskan opsi mana yang akan diambil. Presiden ada perhatian, semoga di dalam pemerintahan SBY ada keputusan-keputusan besar yang bersifat jangka panjang ke depan,” kata Velix kepada Republika di Istana Bogor, Kamis (21/10). Velix menambahkan, pemerintah sudah melaksanakan persiapan dalam pemilihan opsi itu.

Presiden mengatakan, butuh waktu 5-7 tahun untuk membangun pusat pemerintahan. Dananya bisa dari APBN sebagian dan sebagian partnership government dengan publik, sebagian mungkin bisa melepas aset pemerintah yang ada di Jakarta. “Saya akan mendengar masukan, rekomendasi dari semua pihak,” katanya.

Presiden mengatakan, di balik opsi-opsi itu ada peluang bisnis besar. “Saya berandai-andai kalau itu dibangun, tentu 90 persen dilakukan oleh pengusaha dalam negeri,” kata Presiden. Contohnya, material yang diimpor dibatasi tidak lebih 10 persen, selebihnya di dalam negeri.

“Saya mendengar sebulan ini silang pendapat entah ke mana kita (ibukota). Ke mananya nanti, yang penting konsepnya benar, idenya benar, desainnya benar, kita sepakat bahwa apa yang kita lakukan, solusi untuk jakarta ke depan. Silakan bicara baik-baik, saya tunggu insya Allah pilihan kita solusi untuk jangka panjang, untuk anak cucu kita, generasi mendatang,” kata Presiden. (sumber berita: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/10/22/141992-delapan-kota-diwacanakan-jadi-pengganti-jakarta)

Karawang Ibu Kota Indonesia?

Sementara itu di sumber berita yang terpisah, tempointeraktif .com, Dadang S Muchtar, Bupati Karawang, pada Kamis (5/8) mengatakan, “Saya pikir kalau dipindahkan ke Karawang merupakan langkah yang tepat sebagai penghargaan terhadap Kota Pangkal Perjuangan,”.

Menurut Dadang, pihaknya akan mempersiapkan diri semaksimal mungkin jika kemudian pilihan pemindahan ibu kota negara dan pusat pemerintahan yang kini diwacanakan itu benar-benar terjadi. “Pasti kami persiapkan dan kami sanggup,” kata Dadang.

Semangat 16 Agustus 1945, dimana ketika momentum sejarah Indonesia menulis sangsaka Merah Putih dikibarkan pertama dan Naskah Proklamasi yang disusun Sayuti Melik dkk di Rengasdengklok, akan menjadi penyemangat untuk menyambut perpindahan Ibu Kota Negara dan pusat pemerintahan di Karawang.

Dadang menjamin, jika saja Karawang dinilai layak menjadi “pengganti” Jakarta, tidak akan terjadi transisi rencana umum tata ruang. Sebab, Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten Karawang sudah sangat jelas pembagian wilayah yang memusatkan lokasi peruntukan pusat pemerintahan, indsutri, bisnis dan pertanian.

“Tidak akan terjadi tumpang tindih. Karawang akan tetap menjadi lumbung padi Jawa Barat dan nasional,” kata Dadang. Ia mengaku mempercayai mitos dan sejarah para leluhur Karawang yang mengatakan bahwa Jakarta kelak akan pindah ke Karawang. (sumber berita: http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/08/05/brk,20100805-269030,id.html)

Ingin tahu komentar putra daerah Karawang? Sahabat saya, Kang Deni Andriana malah menolaknya. Lho? Ya, katanya: Saya, sebagai putra daerah Karawang secara pribadi terang saja menolak jika ibu kota pindah ke Kabupaten Karawang, selain saya tahu betul Karawang tidak akan siap dan tidak stategis menjadi Ibukota Indonesia  baik secara geografis maupun sosial budaya, juga karena jarak Karawang – Jakarta cukup dekat. Jadi memindahkan Ibukota Indonesia ke Karawang adalah bukan solusi tepat. Saya lebih setuju jika Ibu Kota pindah ke salah satu kota di Sulawesi. (Sumber berita: http://goyangkarawang.com/2010/09/jakarta-tenggelam-ibukota-pindah-ke-karawang/comment-page-1/#comment-3435)

Butuh Informasi tentang Karawang lebih jauh? Klik link-link berikut:

Incoming search terms:

  • karawang ke jakarta pusat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>