Keberaturan Warga Singapura dan Semrawutnya Kaum Muslimin Indonesia

Oleh-oleh cerita yang selalu dibawa orang orang yang baru pulang dari Singapura adalah kekaguman mereka tentang pengaturan dan penegakan peraturan di kota tersebut. Meludah, menyeberang dan membuang sampah sudah tersedia peraturannya dan warga di seluruh penjuru kota mematuhinya dengan terpaksa maupun suka cita.

kota-singapura

Banyak yang mengatakan bahwa salah satu ciri majunya peradaban suatu kaum tercermin dari kelengkapan peraturannya, ketersediaan perangkat untuk menegakkannya dan kepatuhan warga terhadap peraturan tersebut. Peraturan dibuat untuk dilaksanakan sehingga sangat berbeda dengan pemeo yang mengatakan bahwa peraturan memang sengaja dibuat untuk dilanggar.

Keberaturan Warga Singapura dan Semrawutnya Kaum Muslimin Indonesia.

Jika ketertiban mencerminkan suatu budaya bangsa maka seharusnya para pemeluk agama Islam lah yang paling patut diberi predikat berbudaya yang paling tinggi karena budayanya orang mu’min berpijak diatas akhlak mulia yang dituntun oleh dienul Islam tersebut, hanya saja kondisinya saat ini masih terbalik.

Mungkin salah satu pasal penyebabnya adalah karena saat ini masih ada kekurang mengertian kaum muslimin bahwa agamanya memuat peraturan paling komplit. Dienul Islam mengusung aturan berkaitan dengan perkara yang paling besar dan mendasar hingga perkara sehari-hari yang paling kecil sekecil anak ranting untuk dijadikan panduan.

Coba perhatikan di rumah bagaimana cara anak kita mengenakan terompah dan kasutnya, apakah dengan kaki kanan atau kaki kiri duluan? Begitu pula dengan makan dan minum, tangan yang manakah yang diutamakan dan saat menghadapi hidangan panasnya apakah ia hilang kesabarannya hingga dengan terpaksa harus meniup niup hidangan tersebut dengan angin nafasnya? Jika buah hati tersebut sempurna dalam pendidikannya tentunya ia akan melakukannya sesuai cara yang ditentukan baginya.

Sengaja tidak sengaja, anak yang lengkap terdidik jika sedang bersin akan mengucapkan hamdalah yang selanjutnya oleh saudaranya akan direspon dengan ucapan yang saling mendoakan. Seusai sekolah mereka tidak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan mempermainkan atau menyiksa binatang untuk sekadar kesenangan, hanya saja jika kebetulan bertemu dengan cicak mereka sangat tahu apa yang harus dilakukan terhadap hewan penjahat kecil tersebut.

Tarbiyah memang harus dilakukan sejak dini. Itu mungkin kealpaan yang pernah kita ataupun sebagian orang tua kita di masa lampau. Naluri seluruh orang tua menginginkan agar buah hatinya kelak tumbuh berkembang dan menjadi orang dewasa yang lebih baik dari dirinya. Seorang anak tidak mencari pendidikannya sendiri. Bahkan seorang anak tidak pernah mampu membayangkan sosok ideal apa yang seharusnya ia capai di saat dewasanya nanti. Sangat penting bagi orang tuanya untuk menunjukkan anak tersebut seraya memprogramkan urut urutan pendidikan yang harus dilalui untuk meniti ke arah sosok ideal tersebut.

Singapura adalah buah dari pendidikan. Bandar tersebut merupakan gambar dari peraturan yang ditegakkan. Negara tersebut dihuni oleh orang orang yang mempunyai tarbiyah yang seragam dan sama tingginya. Empat puluh tahun lalu mereka lebih urakan daripada kita dan mereka pernah belajar dari orang tua kita.

Jika mengharapkan bandar kita ini dapat memberikan oleh oleh cerita yang sama seperti apa yang diberikan Singapore kepada pengunjungnya maka rasa rasanya kita perlu menghitung waktu berapa lama yang harus ditempuh anak anak kita yang ada untuk mennyelesaikan pendidikannya hingga dewasa, sehingga mereka kelak menggantikan kita menjadi pembina, pandega, penegak serta penganut aturan yang dapat memberikan cerita.

Pada suatu hari empat puluh tahun kedepan insya Allah di negeri-negeri seberang nun jauh di sana, banyak orang yang bercerita sepulang dari tanah kita bahwa di negeri ini setiap adzan dikumandangkan semua orang berbondong-bondong segera menuju masjid meninggalkan kegiatan, pasar beserta barang dagangannya tanpa sedikitpun kekhawatiran akan hilang, untuk mengambil tempatnya masing masing di shaf sholat.

Sungguh oleh-oleh cerita seperti ini jauh lebih bernilai dibandingkan dengan sekadar cerita yang berkaitan dengan adab menyeberang, meludah dan membuang sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>