Matahari dan Bintang

| 12 March, 2008 | 0 Comments

Ingin tahu mengapa bintang begitu gemerlap atau bagaimana matahari menghasilkan begitu banyak panas dan cahaya?

Cahaya dan panas dari setiap bintang adalah sebuah pembakaran nuklir raksasa yang menghasilkan energi dalam daerah intinya. Energi nuklirnyalah yang menerangi langit.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=GRxAsKcoNYk]

Matahari adalah adalah bintang yang menyala terdekat dengan bumi. Ia mendapatkan energinya dengan membakar gas pada daerah intinya dalam sebuah proses yang disebut fusi (peleburan). Seperti kebanyakan bintang lainnya, matahari hampir keseluruhannya terdiri dua gas: hydrogen dan helium.

Selama proses fusi, atom-atom hydrogen berbenturan dengan semacam energi yang kuat untuk berfusi bersama menghasilkan helium. Setiap detiknya, 600 juta ton hydrogen berubah bentuk menjadi 596 juta ton helium.

4 juta ton materi yang hilang diubah menjadi energi. Proses ini mungkin terjadi karena panas dan tekanan yang besar diperoleh pada pusat matahari. Di sana memiliki suhu sekitar 25 juta derajat Fahrenheit.

Energi bergerak dari pusat matahari ke permukaannya dengan akibat yang dramatis. Pemandangan yang paling spektakuler adalah ledakan energi yang sangat besar yang disebut dengan “solar flare” (semburan api matahari). Semburan ini mengirim partikel-partikel radioaktiv ke ruang angkasa; partikel-partikel yang dibawa oleh angin matahari. Partikel partikel ini mencapai bumi dalam satu atau dua hari dan ditangkis oleh medan magnetic bumi.

Akan tetapi pada kutub utara dan selatan, partikel-partikel ini mampu menabrak atmosfir bumi dan menghasilkan pemandangan gemerlap cahaya yang disebut sebagai aurora.

Sementara tidak seorangpun yang memiliki kesempatan melihat aurora, semua kita pasti merasakan energi matahari setiap hari. Sejauh 93 juta mil, kita cukup berada dari bintang ini untuk menikmati manfaat panas dan cahayanya.

Ketika proses photosynthesis, tumbuhan mengumpulkan energi dari cahaya matahari dan menggunakannya untuk memproduksi makanan.

Seperti halnya setiap bintang, suatu hari nanti matahari akan kehabisan gas yang menjadi bahan bakarnya dan perlahan akan padam. Para astronom meyakini bahwa matahari berumur lebih dari 4 milyar tahun dan telah membakar sekitar separuh dari hydrogen pada daerah pusatnya. Tetapi tidak perlu khawatir: matahari masih memiliki umur sekitar 5 milyar tahun lebih untuk terus hidup.

Energi nuklir yang memberi kekuatan setiap bintang kelihatannya hampir tidak akan habis. Untuk alasan itu, para ilmuwan berusaha menemukan cara untuk menciptakannya pada bumi. Itu merupakan keinginan yang tinggi. Hal itu memerlukan mereka untuk menduplikasi dan mengkontrol kondisi yang sama yang ditemukan pada pusat matahari. Para ilmuwan berkerja mencari caranya.

Tags: , , , , , , , ,

Category: Sains

Comments (0)

Trackback URL | Comments RSS Feed

There are no comments yet. Why not be the first to speak your mind.

Leave a Reply