Pelajaran Bahasa Arab: Isim Maushul / اِسْم مَوْصُوْل

| 25 May, 2010 | 4 Comments

<< SEBELUM | DAFTAR ISI | SESUDAH >>

اِسْم مَوْصُوْل
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)

Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam ini diwakili oleh kata: “yang”.

Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adalah: الَّذِيْ (=yang). Perhatikan contoh penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah ini:

Kalimat I

جَاءَ الْمُدَرِّسُ

= datang guru itu
Kalimat II اَلْمُدَرِّسُ يَدْرُسُ الْفِقْهَ = guru itu mengajar Fiqh
Kalimat III جَاءَ الْمُدَرِّسُ الَّذِيْ يَدْرُسُ الْفِقْهَ

= datang guru yang mengajar Fiqh

Kalimat III menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul: الَّذِيْ

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Muannats maka: الَّذِيْ menjadi: الَّتِيْ

جَاءَتِ الْمُدَرِّسَةُ الَّتِيْ تَدْرُسُ الْفِقْهَ

= datang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu

Bila Isim Maushul itu digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:

1) الَّذِيْ menjadi: الَّذَانِ sedangkan الَّتِيْ menjadi: الَّتَانِ

جَاءَ الْمُدَرِّسَانِ الَّذَانِ يَدْرُسَانِ الْفِقْهَ

= datang dua orang guru (lk) yang mengajar Fiqh itu

جَاءَتِ الْمُدَرِّسَتَانِ الَّتَانِ تَدْرُسَانِ الْفِقْهَ

= datang dua orang guru (pr) yang mengajar Fiqh

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Jamak maka:

1) الَّذِيْ menjadi: الَّذِيْنَ sedangkan: الَّتِيْ menjadi: اللاَّتِيْ/اللاَّئِيْ

جَاءَ الْمُدَرِّسُوْنَ الَّذِيْنَ يَدْرُسُوْنَ الْفِقْهَ

= datang guru-guru (lk) yang mengajar Fiqh itu

جَاءَتِ الْمُدَرِّسَاتُ اللاَّتِيْ يَدْرُسْنَ الْفِقْهَ

= datang guru-guru (pr) yang mengajar Fiqh itu

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

DAFTAR PELAJARAN QAWAID (TATA BAHASA ARAB)

  1. Aqsam al-Kalimah (Pembagian Kata)
  2. Isim Alam (Kata Benda Nama)
  3. Mudzakkar (Laki-laki) – Muannats (Perempuan)
  4. Mufrad (Tunggal) – Mutsanna (Dual) – Jamak (Plural)
  5. Isim Isyarah (Kata Tunjuk)
  6. Isim Maushul (Kata Sambung)
  7. Isim Nakirah (Kata Benda Umum) – Isim Ma’rifah (Kata Benda Khusus)
  8. Shifat-Maushuf, Mudhaf-Mudhaf Ilaih, Mubtada’-Khabar
  9. Dhamir (Kata Ganti)
  10. Dhamir Rafa’ (Kata Ganti Subjek)
  11. Dhamir Nashab (Kata Ganti Objek)
  12. Fi’il Madhy (Kata Kerja Lampau)
  13. Fi’il Mudhari’ (Kata Kerja Kini/Nanti)
  14. Fi’il Amar (Kata Kerja Perintah)
  15. Fi’il Nahy (Kata Kerja Larangan)
  16. Fi’il Ma’lum (Kata Kerja Aktif) – Fi’il Majhul (Kata Kerja Pasif)
  17. Harf (Kata Tugas)
  18. Adawat al-Istifham (Kata Tanya)
  19. Isim Jamid (Kata Benda Solid)
  20. Isim Musytaq (Kata Benda Pecahan)
  21. Fi’il Mujarrad (Fi’il dengan Huruf Asli)
  22. Fi’il Mazid (Fi’il dengan Huruf Tambahan)
  23. I’rab Isim (Perubahan Baris/Bentuk di Akhir Kata Benda)
  24. Isim Marfu’ (Kata Benda yang Mengalami I’rab Rafa’)
  25. Isim Manshub (Kata Benda yang Mengalami I’rab Nashab)
  26. Isim Majrur (Kata Benda yang Mengalami I’rab Jarr)
  27. Inna dan Kana serta “Kawan-kawannya”
  28. Alamat Far’iyyah (Tanda-tanda Cabang dari I’rab)
  29. Isim Ghairu Munawwan (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)
  30. I’rab Fi’il Mudhari’ (Perubahan Baris/Bentuk di Akhir Fi’il Mudhari’)
  31. ‘Adad (Bilangan)

<< SEBELUM | DAFTAR ISI | SESUDAH >>

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Arabic

Comments (4)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Bung Ardi says:

    ya….ukhti…terima kasih sbelumnya atas info x…tp sya ingin bertanya…kalau isim maushul dikatakan sebagai kata penghubung, kenapa kadang letak isim maushul itu sebagai mubtada?

  2. terimakasih sudah membantu saya untuk memahami isim mausul.. ternyata yang sudah saya ketahui tetang isim mausul tidak salah..

Leave a Reply