Pelajaran Bahasa Arab Isim yang Tidak Menerima Tanwin اِسْم غَيْرُ…

facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmailby feather

Dalam kaitannya tentang Alamat I’rab Far’iyyah (tanda-tanda I’rab cabang), kita harus mempelajari golongan Isim yang huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah (hanya menerima baris dhammah dan fathah).

Pelajaran Bahasa Arab Isim yang Tidak Menerima Tanwin اِسْم غَيْرُ مُنَوَّن

1) Semua Isim ‘Alam (Nama) yang diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah Mudzakkar). Misalnya: فَاطِمَةُ (=Fatimah), آمِنَةُ (=Aminah), مَكَّةُ (=Makkah), مُعَاوِيَةُ (=Muawiyah), حَمْزَةُ (=Hamzah), dan sebagainya.

2) Semua Isim ‘Alam Muannats (meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah). Misalnya: خَدِيْجَةُ (=Khadijah), سَوْدَةُ (=Saudah), زَيْنَبُ (=Zainab), بَغْدَادُ (=Bagdad), دِمَشْقُ (=Damaskus), dan sebagainya.

3) Isim ‘Alam yang merupakan kata serapan atau berasal dari bahasa ‘ajam (bukan Arab). Misalnya: إِبْرَاهِيْمُ (=Ibrahim), دَاوُدُ (=Dawud), يُوْسُفُ (=Yusuf), فِرْعَوْنُ (=Fir’aun), قَارُوْنُ (=Qarun), dan sebagainya.

4) Isim ‘Alam yang menggunakan wazan (pola/bentuk) Fi’il. Misalnya: يَزِيْدُ (=Yazid), أَحْمَدُ (=Ahmad), يَثْرِبُ (=Yatsrib), dan sebagainya.

5) Isim ‘Alam yang menggunakan wazan فُعَل . Misalnya: عُمَرُ (=Umar), زُحَلُ (=Zuhal), جُحَا (=Juha), dan sebagainya.

6) Semua Isim, baik Isim ‘Alam maupun bukan, yang diakhiri dengan huruf Alif-Nun. Misalnya: عُثْمَانُ (=Utsman), سُلَيْمَانُ (=Sulaiman), رَمَضَانُ (=Ramadhan), جَوْعَانُ (=lapar), غَضْبَانُ (=marah), dan sebagainya.

7) Semua Isim yang menggunakan wazan (pola/bentuk) أَفْعَل . Misalnya: أَفْضَلُ (=lebih utama), أَكْبَرُ (=lebih besar), أَسْوَدُ (=hitam), dan sebagainya.

8) Isim Jamak yang mempunyai wazan yang di tengahnya terdapat Mad Alif. Misalnya: رَسَائِلُ (=surat-surat), أَنَاشِيْدُ (=nasyid-nasyid), شَوَارِعُ (=jalan-jalan), قَبَائِلُ (=suku-suku), dan sebagainya.

9) Isim ‘ADAD (عَدَد) atau Bilangan dari satu sampai sepuluh yang menggunakan wazan فَعَال atau مَفْعَل . Misalnya: ثُلاَثُ (=tiga), رُبَاعُ (=empat), خُمَاسُ (=lima), مَعْشَرُ (=kelompok), dan sebagainya.

10) Isim أُخَرُ (=yang lain) yang merupakan bentuk Jamak dari أُخْرَى .

11) Isim yang huruf akhirnya berupa Alif Mamdudah ( أَلِف مَمْدُوْدَة ) atau Alif Lurus ( اء ). Misalnya: زَهْرَاءُ (=yang berkilau), عُلَمَاءُ (=orang-orang berilmu), أَصْدِقَاءُ (=teman-teman), dan sebagainya.

Seperti dinyatakan di awal tadi, Isim-isim di atas huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin dan kasrah. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan I’rab, Isim Ghairu Munawwan mempunyai alamat atau tanda-tanda I’rab sebagai berikut:

a. I’rab Rafa’ dan I’rab Nashab tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris Dhammah untuk I’rab Rafa’ dan baris Fathah untuk I’rab Nashab.

b. I’rab Jarr tidak menggunakan baris Kasrah melainkan baris Fathah.

جَاءَ سُلَيْمَانُ

= datang Sulaiman

رَأَيْتُ سُلَيْمَانَ

= aku melihat Sulaiman

سَلَّمْتُ عَلَى سُلَيْمَانَ

= aku memberi salam kepada Sulaiman

Sebagai perkecualian, bila Isim-isim tersebut menggunakan awalan Alif-Lam Ma’rifah, maka ia menerima baris kasrah bila terkena I’rab Jarr. Perhatikan:

سَلَّمْتُ عَلَى قَبَائِلَ

= aku memberi salam kepada suku-suku

سَلَّمْتُ عَلَى الْقَبَائِلِ

= aku memberi salam kepada suku-suku itu
سَلَّمْتُ عَلَى عُلَمَاءَ = aku memberi salam kepada para ulama

سَلَّمْتُ عَلَى الْعُلَمَاءِ

= aku memberi salam kepada para ulama itu

Namun masih ada lagi kelompok Isim Ghairu Munawwan yang huruf akhirnya selalu tetap, tidak mengalami perubahan baris apapun. Yaitu:

12) Isim-isim yang huruf akhirnya Alif Maqshurah ( أَلِف مَقْصُوْرَة ) atau Alif Bengkok ( ى tanpa titik dua). Misalnya: مُوْسَى (=Musa), عِيْسَى (=Isa), هُدَى (=petunjuk), طُوَى (=Thuwa: nama bukit), dan sebagainya.

Isim-isim ini huruf akhirnya tidak pernah berubah, dalam keadaan I’rab apapun.

جَاءَ مُوْسَى

= datang Musa
رَأَيْتُ مُوْسَى = aku melihat Musa
سَلَّمْتُ عَلَى مُوْسَى

= aku memberi salam kepada Musa

Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

  1. Sebelumnya: >>Alamat Far’iyyah (Tanda-tanda Cabang dari I’rab)
  2. Selanjutnya:  >>I’rab Fi’il Mudhari’ (Perubahan Baris/Bentuk di Akhir Fi’il Mudhari’)
  3. Daftar pelajaran qaidah bahasa arab lainnya: <<KLik di sini>>

Incoming search terms:

  • isim ghoiru munshorif
  • isim ghoiru munsorif
  • Penjelasan isim ghoer Munsorip
  • isim yg tidak menerima tanwin
  • tanda isim ghoiru munsorif
  • ghoiru monshorif
  • tentang isim ghaira munsarif
  • wazan isim ghoiru munshorib
  • wazan isim ghoiru munshorif
  • pembahasan lengkap tentang isim ghairu munsharif
facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmailby feather