Pelajaran Bahasa Arab Nahwu Fi’il dan Tandanya

Inilah Pelajaran Bahasa Arab Nahwu Fi’il dan Tandanya. Tulisan ini adalah bagian dari pelajaran bahasa Arab al Miftah sebagai penjelasan kitab al Ajrumiyah. Lihat pendahuluan pelajaran ini di: Pelajaran Bahasa Arab Nahwu Dasar Kalam Konstruksi Kalimat.

Gbr Ka'bah masjidil Haram Arab Saudi Haji Umrah - Pelajaran Bahasa Arab-Photo0122

وَالْفِعْل يُعْرَف بِقَدْ وَالسِّيْن وَسَوْفَ وَتَاء التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَة

Fi’il dapat dikenali melalui indikator kata قَدْ, harf sin, kata سَوْفَ, dan ta sukun kata ganti pelaku jenis muannats (feminin).

Fi’il adalah kata-kata yang bermakna pekerjaan yang dilakukan pada waktu tertentu. Seperti:

  1. Fi’il Madhi, yaitu kata kerja yang menunjukkan pekerjaan pada waktu lampau, contoh جَلَسَ yang artinya sudah duduk.
  2. Fi’il Mudhari, yaitu kata kerja yang menunjukkan pekerjaan yang sedang berlangsung, contoh يَجْلِسُ yang artinya sedang duduk.
  3. Fi’il Amar, yaitu kata kerja yang menunjukkan perintah dilakukannya perbuatan pada masa setelah selesai perintah (akan datang) contoh اِجْلِسْ yang artinya “duduklah!”
  4. Fi’il Nahyi, yaitu kata kerja yang menunjukkan larangan.

Selain dapat dikenali melalui wazan dan maknanya, fi’il pun dapat dibedakan dari jenis kata lainnya melalui beberapa tanda, antara lain:

  1. Didahului kata قَدْ yang jika berada di depan fi’il madhi bermakna sungguh atau telah dekat seperti,

قَدْ أَفَلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ

Sungguh beruntunglah orang-orang mukmin itu.

قَدْ قَامَتْ الصَّلاَةُ

Shalat segera berdiri (berlangsung).

 

Adapun jika kata قَدْ itu mendahului fi’il mudhari maka dia bermakna kadang-kadang seperti,

قَدْ يَتَصَدَّقُ الْبَاخِلُ

Kadang orang pelit itu bersedekah juga.

 

  1. Didahului kata سَــــ (akan), سَوْفَ (kelak akan), لَـمْ (tidak), dan لَنْ (tidak akan), yang kesemuanya khusus menjadi kata depan bagi fi’il mudhari seperti’

سَــــــيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ

Akan berkata orang-orang bodoh itu.

سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ

Kelak kalian akan mengetahui

 

لَـمْ يَلِدْ

Tidak beranak

لَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ

Takkan ridha kepadamu orang-orang Yahudi itu.

 

  1. Ditempeli akhiran ta fa’il (huruf ت yang berfungsi sebagai kata ganti pelaku), khusus pada fi’il madhi seperti,

جَلَسْتُ (saya sudah duduk)

جَلَسْتَ (kamu lk. sudah duduk)

جَلَسْتِ (kamu pr. sudah duduk)

جَلَسْتُمَا (kamu berdua sudah duduk)

جَلَسْتُمْ (kalian lk. sudah duduk)

جَلَسْتُنَّ (kalian pr. sudah duduk)

جَلَسَتْ (dia pr. sudah duduk)

Dalam konteks ilmu nahwu, fi’il-fi’il itu dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu:

  1. Mabni (tetap), yakni fi’il-fi’il yang tidak menerima hukum perubahan akhir (i’rab) yaitu fi’il madhi, fi’il amar, dan fi’il nahyi.
  2. Mu’rab atau fi’il yang dapat menerima hukum i’rab yaitu semua fi’il mudhari.

 

 

Latihan:

1. Manakah kata yang tergolong fi’il dan apa tandanya?

  • لَـمْ يَكُنْ فِيْ قَلْبِهِ إِيْمَانٌ
  • وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَبْدِيْلاً
  • وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
  • وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا
  • جَلَسَتْ هِنْدٌ

2. Apa fa’il bagi fi’il-fi’il berikut?

  • يَقُوْلُ
  • تَعْلَمُوْنَ
  • تَـجِدُ
FacebookTwitterLinkedInStumbleUponBlogger PostDeliciousDiggTumblrApp.netXINGShare