Rumah kayu rumah impian

Pasca mudik lebaran, banyak sekali kenangan dan sensasi yang terus terbawa hingga balik kembali ke rumah di Karawang. Di antaranya adalah dinginnya udara pegunungan apalagi saat musim kemarau seperti ini. Menggelar tikar dan kasur di lantai keramik menjadi keharusan mengingat jatah ranjang lebih diprioritaskan untuk anak-anak dan para saudari dari famili kami, membuat suhu badan saya bertarung dengan dingin yang menusuk tulang. Rumah kayu rumah impian.

Sensasional, pantas saja istri saya sering berandai-andai jika ada rezeki lebih dan mengharuskan bermukim di kampung yang dingin, jangan buat rumah permanen dari tembok, bata dan semen, melainkan sebuah rumah panggung berlantai dan berdindingkankayu.

rumah kayu 1

Perkampungan pedalaman Garut memang banyak berubah seiring dengan kemapanan ekonomi, kini bangunan tembok permanen dan lantai keramik menjadi kewajiban sebagai bentuk rumah tinggal, padahal sebagai daerah berhawa dingin pada ketinggian di atas rata-rata, rumah kayu lah yang sebetulnya lebih cocok dijadikan pilihan utama mengingat rumahkayu mampu menjaga udara hangat dan rumah kayu tentu lebih meminimalir resiko jika sewaktu-waktu hal tidak terduga seperti bencana gempa dan longsor terjadi.

rumahkayu 2

Tidak ubahnya meletakkan sebuah lemari pendingin di halaman rumah saat siang terik, siang hari di daerah pegunungan sangat unik, di dalam rumah hawa dingin membuat anda enggan mandi dan lebih betah mengenakan jaket, jika keluar rumah pada tengah hari, sinar dan panas matahari lebih terasa menyengat.

Dulu ketika beberapa famili masih berumahkan bangunan kayu, saya kadang betah berlama-lama entah siang hari, entah kadang ketika berkunjung di waktu malam. Hangatnya pas. Sungguh.

Meski tidak di daerah pegunungan, di Karawang ini saya beberapa kali menjumpai bahkan sempat memasuki bangunan yang hampir 100 % terbuat dari kayu, bahkan tidak sajarumah, melaikan sekaligus sebuah instansi notaris, saat kebetulan saya sedang mengurus surat-surat tanah dan rumah saya pertama kali.

Saya berdecak kagum akan arsitektur yang tentu bagai langit dan bumi jika dikomparasikan dengan rumah-rumah kayu di kampung istri saya. Hanya orang berbudget besar dan bermodal nominal uang yang banyak saja yang tentu mampu memiliki rumah kayu tersebut.

Pembaca masbadar.com, rumah, sebagaimana pernah saya tuliskan di sini, adalah tempat orang-orang yang anda cintai dan mencintai anda, tinggal berada. Tinggal di kampung yang sejuk dan asri, dikelilingi cinta di dalam sebuah rumah kayu yang didesain sendiri, sungguh sebuah impian yang mahal, bagi saya.

Menurut anda?

[ket: gambar-gambar pada tulisan ini adalah ilustrasi semata dan tidak mewakili tema tulisan ini dalam bentuk dokumentasi, untuk gambar dokumentasi yang terkait bisa dilihat di video terbaru saya di sini]

FacebookTwitterPinterestLinkedInStumbleUponApp.netBlogger PostTumblrDiggXINGShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *