Sains: Hidup Mati sebuah Bintang

| 7 July, 2009 | 0 Comments

Mereka bermula dalam kabut debu dan gas yang berada begitu jauh, kita membutuhkan 100.000 tahun untuk mencapainya. Gravitasi mengumpulkan gas dan partikel-partikel debu, dan kabut semakin menebal. Semakin memadat dan menebal, hydrogen memanas hingga 18 juta derajat fahrenheit yang fantastis.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=4s7vyDLgk3M]

Fusi nuklir merubah hidrogen menjadi helium, dan api menyala. Sebuah bintang dilahirkan.

Ahli astronomi Michael Shara membandingkan kehidupan sebuah bintang dengan diri kita. Michael Shara, “… bintang-bintang dilahirkan, memiliki usia, berkembang dan kadang mati, seperti manusia saja. Mereka memiliki siklus kehidupan yang umum. Sepanjang keseluruhan masa hidup dari suatu bintang manapun yang ada, aksi keseimbangan yang sulit ini karena gravitasi selalu berusaha menarik bintang turun ke titik kecil, dan tekanan dalam yang tinggi berusaha meniup bintang jauh ke atas dan memecahkannya..”

Tentu saja, sebuah bintang bisa hidup selama milyaran tahun dan usia sebagai bintang tidak memiliki apapun yang harus dilakukan dengan gaya hidup dan faktor keturunan. Itu semua tentang ukuran. Bintang terkecil menyala dingin dan suram. Ketika bahan bakar mereka kehabisan, mereka pun meredup. Bintang yang berukuran sedang seperti matahari kita, akan menyala untuk selama 10 milyar tahun lebih.

Tapi ketika ia akhirnya kehabisan bahan akar hidrogen dan gravitasi mencengkeram daerah intinya dengan kuat, bintang akan bertambah panas dan lapisan paling luar membengkak, menelan planet-planet terdekatnya dalam sekaratnya. Akhirnya, lapisan terluarnya akan terhembus ke angkasa dan inti bintang yang padat tertinggal.

Si kerdil berwarna putih ini adalah sebuah bintang yang mati. Sebuah bintang yang lebih besar, kira-kira dua kali berat matahari kita, hidup dengan panas dan mati muda. ia membakar menyala menggunakan bahan bakarnya dalam beberapa juta tahun saja dan ia tidak menyala dengan cepat. Ada banyak material di sini bagi gravitasi untuk mengerut.

Bintang muncul dengan sebuah ledakan besar yang disebut supernova. Gravitasi membalut sisanya ke dalam materi yang lebih tebal dari si kerdil berwarna putih yang disebut bintang neutron. Sesendok teh dari debu bintang ini beratnya lebih dari satu kapal pengeruk yang penuh dengan manusia. Beberapa bintang yang lebih besar lagi bersupernova menjadi semakin tebal sehingga mereka berubahmenjadi lobang hitam.

Pikirkanlah ini. Sebuah ledakan maha dasyat meninggalkan gravitasi yang tidak terdeteksi, dan materi terpadatkan menjadi sesuatu yang tidak bisa dilihat, merentang bermil-mil dan menjadi semakin berat tak terkirakan.

Anda mengerti? Tak terlihat tetapi mematikan, menyedot segala sesuatu ke sekitarnya. Bahkan cahayapun tidak dapat keluar darinya.

Tags: , , , , , , , , , , ,

Category: Sains

Comments (0)

Trackback URL | Comments RSS Feed

There are no comments yet. Why not be the first to speak your mind.

Leave a Reply