16 Backlink dari Blog PR 9 Dofollow
May 15, 2011
Google Plus Social Network Terbaik Ayo Gunakan Sekarang
February 6, 2013

Inilah 10 Etika Menggunakan Email Netiket. Kini masyarakat kita menjadi terhipnotis dengan jejaring sosial semacam facebook, twitter dan google plus. Berbahasa menjadi hal yang tidak lagi dipandang harus mengedepankanetika dan pakem yang semestinya. Terlalu jauh jika harus membahas fenomena bahasa alay, konon lahirnya bahasa alay ini karena pengaruh teknologi, SMS hingga jejaring sosial.

Bagaimana dengan ber-email? Pekerjaan pada zaman ini hampir selalu menghendaki penggunaan email. Membuat dan mengirimkan email tentu berbeda dengan sekedar mengup-date status di jejaring sosial. Email bersifat lebih formal. Karena sifatnya yang cenderung lebih formal, setidaknya seperti dalam kehidupan sehari-hari kita ketika kita mencoba untuk hidup dengan etika yang tepat, kita juga harus belajar etiket yang tepat di dunia maya digital komputer ini.

Jenis etiket dikenal oleh orang-orang IT di “Netiquette”. Ada banyak buku ditulis mengenai netiquette ini. Tapi siapakah yang sempat dan rajin baca-baca buku? Anda yang sibuk di depan komputer pasti akan kurang waktu luang untuk baca buku, oleh karena itu, alasan saya untuk mengembangkan daftar Prinsip Netiquette, saya merasa sebagian besar orangmenggunakan internet harus menyadari; jika kita dapat mengikuti prinsip -prinsip dasarnetiket kita dapat menghindari menyinggung seseorang tanpa menyadarinya.

10 Etika Menggunakan Email Netiket

Prinsip Ke – Satu: Huruf Kapital

Jangan menulis menggunakan huruf kapital semua. Huruf kapital seolah menandakan anda sedang marah atau berteriak. Jika ingin menambahkan penekanan pada sebuah kata, gunakan tanda asterik (*).

  • Contoh yang benar: “Halo, apa kabar, sobat?”
  • Contoh yang salah: HALO, APA KABAR, SOBAT?

Prinsip kedua: Warna Font

Jangan diketik dengan font warna Merah. Warna merah identik dengan perasaan /sifat marah, keras atau berteriak.

Prinsip ketiga:Subject Email

Selalu sertakan subject atau judul email. Berikan subjek yang sesuai untuk email anda.

  • Contoh yang benar: Undangan Rapat Organisasi
  • Contoh yang salah: Dateng ya ntar malem di rapat organisasi kita

Prinsip keempat: Nama Pengirim

Sertakan selalu nama Anda. Email tanpa nama jelas tidak sopan, layaknya surat kaleng atau seperti panggilan pake private number, ngeselin bukan?

Prinsip kelima: Cek Ejaan

Cek ejaan bahasa sebelum email dikirimkan. Bahasa yang berantakan menandakan tidak-profesionalnya anda, dianggap meremehkan bahasa dan bisa berimbas pada kualitas kemampuan komunikasi anda.

Prinsip keenam: Pahami Email

Ketahui dan fahami email yang anda terima, meski tidak akan langsung anda balas emailtersebut. Membuat jawaban balasan sederhana semisal, “Terima kasih telah mengrimkanemail, saya akan segera menjawab pertanyaan anda, mohon menunggu” akan memberi efek yang lebih baik terhadap pengirim email. Anda bis memanfaatkan fasilitas penjawaban otomatis yang banyak tersedia di banyak layanan email seperti Gmail atau Yahoo-mail.

Prinsip ketujuh: Fokus Email

Jangan melebar dari subyek email anda, pun juga tidak berlebihan ketika membicarakan sebuah topik/sukyek via email. Pesan surel / surat elektronik a.k.a email sebaiknya sesingkat mungkin tapi padat dan jelas serta lansung pada tujuannya. Jangan gunakan email untuk menyebar cerita, gunakan blog jika anda ingin berbagi cerita.

Prinsip kedelapan: Bedakan Reply to Sender dan Reply to All

Perhatikan perbedaan antara Reply to Sender dan Reply to All. Anda akan dianggap menyebalkan dan bisa saja mendapat predikat spammer (tukang nyampah) ketika mengirimkan balasan ke sebuah email lalu semua orang di group anda mendapatkan emailtersebut.

  • Gunakan “Reply to All”, jika memang orang satu group ingin anda tuju
  • Gunakan “Reply to Sender”untuk membalas kepda si pengirim saja

Prinsip kesembilan: Recheck selalu

Begitu anda klik tombol KIRIM, maka anda tidak bisa menarik kembali kata-kata dalam emailanda itu. Karenanya berpikirlah berkali-kali jika anda akan mengirimkan email dengan bahasa emosional.

Prinsip kesepuluh: Awas Spamming

Jangan pernah mem-forward EMAIL BERANTAI atau email hoax (email yg berisi kabar bohong). email berantai dan email hoax biasanya sudah ditandai oleh server-server email, jika anda mem-forward email-email tersebut, anda langsung ditandai sebagai pengirim SPAM. Hari gini bukan saatnya lagi baca-baca berita bohong dan bualan via email, menghabiskan waktu saja.

Demikianlah apa yg bisa saya bagi tentang 10 etika menggunakan Email Netiket. Semoga bermanfaat.