13 Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron

Inilah 13 gambar virus dalam perbesaran microscopic electron. Adalah website eyeofscience.de yang menyediakan gambar-gambar microscopik seputar sains. Di antara informasi gambar-gambar microscopik yang disediakan oleh web eyeofscience adalah dunia virus. Gambar microscopik adalah gambar fotografi dari objek-objek microscopik dalam ukuran yang tidak mungkin terlihat oleh mata manusia kecuali oleh alat optik mikroskop (microscope).

Mikroskop elektron adalah salah satu teknologi optik manusia modern dengan dukungan komputer sehingga memungkinkan melihat objek-objek sangat kecil dalam ukuran perbesaran tertentu yang bisa dilihat oleh mata manusia normal secara mendetail.

13 Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron

Pada postingan blogging sebelumnya tentang kesehatan di blog masbadar.com ini, saya telah berbagi informasi tentang virus Zika dan penyakit kepala mengecil yang disebabkan oleh virus tersebut melalui nyamuk Aedes aegepty yang dikenal sebagai pembawa virus demam berdarah.

Dunia virus selalu berkembang sebab sang Maha Pencipta senantiasa menciptakan virus-virus baru sebagai ujian bagi manusia. Penyakit-penyakit akibat virus yang pada zaman dahulu tidak pernah ada, kini menjadi berita keseharian dalam bentuk bencana kematian yang menular.

Dan inilah 13 gambar virus dalam perbesaran microscopic electron tersebut dari sumber web sains: http://www.eyeofscience.de/en/viruses/.

1. Gambar Virus – Adeno and parvoviruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Eine Mischinfektion von Adeno- und Parvoviren. Die Adenoviren vermehren sich vorwiegend im Rachenraum, in der Augenbindehaut und im Dünndarm. Parvoviren sind Auslöser der Ringelröteln. Parvoviren kommen bei Mensch und Tier vor, das einzige f. d. Mensch bedeutende ist das Virus B19. Durchmesser der Adenoviren beträgt 80µm, der Parvoviren 20-24 nm. Transmissions-Elektronenmikroskop, 90 000:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Sebuah gambar perbesran dari infeksi kompleks antara virus adeno dan virus parvo. Adenovirus berkembang biak terutama di tenggorokan, di kelopak mata bagian dalam, dan di dalam usus kecil di perut. Parvovirus khususnya type B19 merupakan penyebab seperlima dari penyakit-penyakit yang ada yang disebabkan oleh virus. Virus-virus ini bisa menyerang manusia dan binatang.

Ukuran virus adeno adalah sekitra 80 nano meter, sementara parvovirus berukuran 20-24 nano meter. Ukuran transmisi mikroskop elektron ini adalah pada perbandingan perbesaran 90.000:1 atau sekitar 12 x 12 centi meter.

2. Gambar Virus – Adenoviruses in cell

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
A cell (culture) is infected with adenoviruses. The viruses have already reproduced in large numbers and are stored in crystalline aggregates in the cell. Adenoviruses multiply predominantly in the pharynx, the conjunctiva and the small intestine. 5-7 days after infection, the disease is characterized by generally acute acute colds of the airways, conjunctiva, gastroenteritis, or pneumonia.
Transmission electron microscope, 10,000: 1 (at 15x12cm image size)

Keterangan:

Ini adalah foto yang diperbesar dengan perbandingan 10.000:1 atau sepuluh ribu kali dari ukuran asli menjadi sekitar 15 x 12 centi meter. Virus apa ini?

Ini alah sebuah sel yang terinfeksi adenovirus. Virus-virus ini telah direproduksi dalam jumlah besar dan disatukan dalam bentuk krista di dalam sel tersebut. Adenovirus berkembang biak berlipat ganda di tenggorokan, kelopak mata dalam dan usus kecil baik mausia ataupun hewan. Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus ini biasanya flu, dan atau radang tenggorokan.

3. Gambar Virus – Adenoviruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The adenoviruses multiply predominantly in the pharynx, the conjunctival skin and the small intestine. The transfer takes place directly from person to person. The disease is manifested with generally acute acute colds of the air passages, the conjunctivae, as gastroenteritis, or as pneumonia. TEM, 90,000: 1 (at 12x7cm screen size)

Gambar di atas adalah penampakan virus adeno dalam ukuran 12 x 7 cm. Itu artinya telah diperbesar dengan mikroskop elektron menjadi 90 ribu kali. Virus penyebab flu dan sakit tenggorokan ini memang paling banyak ditemukan baik pada manusia dan hewan.

4. Gambar Virus – Bacteriophage

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The picture shows several bacteriophages found in ferkelkot. As bacteriophages or simply phages (from Greek phagein: eat) is a group of viruses, which are specialized on bacteria and archaea as host cells. Phages have found a wide range of applications in medicine, biology, agricultural sciences, especially in the field of gene technology. For example, phages are used in medicine to determine bacterial pathogens due to their host specificity. Because of the ever-increasing number of antibiotic resistances, the use of bacteriophages as an antibiotic substitute in human medicine is currently under intensive research. Transmission electron microscope, 80,000: 1 (at 12x10cm size)

Keterangan:

Bacteriophage ini ditemukan di kotoran anak-anak babi. Phage adalah jenis-jenis virus yang mengifeksi bakteri. Karena bacteriophage ini memiliki ketahanan yang baik terhadap bakteri-bakteri pathogen, kini para ilmuwan menggunakannya sebagai pengganti antibiotik pada obat-obatan bagi manusia.

Hmm bagaimana ya hukumnya dalam Islam, kita tunggu saja fatwanya dari majelis ulama Indonesia jika memang nanti ditemukan obat-obatan antibiotik dari bakteriopage di atas.

5. Gambar Virus – Ebola

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
Ebola viruses from the Filoviridae family are RNA viruses. When transmitted to humans, they elicit the haemorrhagic fever with a lethality rate of 60-90%. Natural reservoirs are the tropical rainforests of Zenral Africa. Here, bats and / or airports are probable hosts. The viruses were discovered for the first time on the River Ebola in 1976 in Zaire (today Congo), when 280 of 315 people died at a mission station. The virus is transmitted directly from person to person by contact or lubrication infection by any body excretion. The incubation period is 2 to 21 days. Then there is a systemic infection with fever, chills, head and limb muscle pain as well as nausea, vomiting, diarrhea. The vascular system becomes unstable and coagulation disorders occur, resulting in a haemorrhagic shock syndrome with high lethality. The detection is carried out in the laboratory via IgG antibodies and virus isolation by cell culture. In 2014, a serious outbreak occurred in the border region between Guinea, Liberia and Sierra Leone. Scanning electron microscope, magnification 30000: 1 (at 15x12cm image size)

Keterangan:

Gambar di atas adalah foto elektron mikrografi dari beberapa virus Ebola. Virus inilah yang menyebabkan penyakit Ebola yang menyerang manusia dan primata non manusia. Ebola adalah penyakit berbahaya dan bisa menyebabkan kematian yang ditandai dengan gejala-gejala meliputi flu, kelelahan, sakit pada otot, muntah-muntah, diare dan pendarahan di dalam tubuh.

6. Gambar Virus – Herpes

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The picture shows herpes viruses on the surface of a cell. Three viruses have been contacted to enter the cell. Another virus is located in the cell gap, it is only bordered on the edge, which is why the DNA is not recognizable. Herpes simplex viruses trigger a skin disease, which occurs in the form of itchy blisters, usually on the lips (herpes labialis, Lippenherpes). Transmission electron microscope, 45,000: 1 (at 12x9cm image size)

Keterangan:

Gambar di atas menunjukan sebuah bagian tipis dari virus-virus herpes pada permukaan sebuah sel. Nampak 3 buah virus telah mulai memasuki sel. Sementara virus yang lain berada di lokasi antar sel, gambar terpotong pada samping saja dehingga DNA (di beberapa sel berwarna merah) tidak bisa terlihat.

Virus Herpes menyebabkan penyakit kulit biasanya pada bibir dalam bentuk gelembung yang gatal (terutama pada herpes labialis).

Gambar hasil pemindaian mikroskop elektron ini berperbesaran 45 ribu kali sehingga seolah menjadi seukuran 12×9 cm.

7. Gambar Virus – HI Viruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
Transmission electron microscope, magnification 10000x: 1 (at 12x12cm screen size)

Keterangan:

Gambar di atas menunjukan bagian sangat tipis melalui sebuah limposit T dengan aktivitas sangat tinggi pada permukaan sel. Hal tersebut karena terjadi proses perkembangbiakan masal virus-virus HIV.

Virus HIV atau dikenal dengan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini akan mulai aktif setelah masa inkubasi beberapa tahun. Artinya seseorang yang terjangkit virus ini akan terlihat baik-baik saja dalam beberapa tahun. Sebab itulah masa inkubasi virus yang belum ditemukan obatnya ini. Perbesaran gambar mikroskop elektron ini adalah 10 ribu kali.

8. Gambar Virus – Terbetnuknya Virus HIV

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The images show in series the emergence and exit of a HI virus from a host cell. Immediately below the membrane of the HIV-producing cell is the beginning of an electron-tight shell (Figure 1). The shell is increasingly growing with the budding process to the ball shell (Fig. 2). The bulging, spherical inner body, the core (red, Fig. 3), is surrounded by the growing cell membrane. The virion that forms forms the lipids of the host cell in its later coat. When the ball shell is completely closed (Fig. 4), the increasingly narrowing connection to the cell is completely separated. TEM, magnification 80,000: 1 (at 15x10cm image size)

Rangkaian gambar-gambar di atas menunjukan muncul dan terciptanya sebuah virus HIV. Tampak virus keluar dari sel indungnya. Inti virus yang berbentuk bulan menonjol dilingkupi oleh lapisan cel yagn terus tumbuh. Ketika proses selesai, maka virus HIV akan melepaskan diri dari indungnya. Skala perbesaran gambar virus ini adalah 80 ribu banding 1 atau seukuran 15 x 10 centimeter.

9. Gambar Virus – HIV

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The picture shows an ultra-thin section through a cell of the immune system (gray-brown), which is surrounded by HI viruses. The Human Immunodeficiency Virus (Human Immunodeficiency Virus) is a virus belonging to the family of retroviruses and the genus of lentiviruses. An infection leads to AIDS (acquired immunodeficiency syndrome, acquired immunodeficiency syndrome), a still incurable immunodeficiency disease, after a different length of time, usually several years of incubation. Transmission electron microscope, magnification 5000x: 1 (at 12x12cm screen size)

Keterangan:

Pada gambar di atas terlihat bagian sangat tipis melalui sebuah sel sistem imun berwarna coklat. Warna coklat ini disebabkan oleh pengaruh virus HIV. Virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini berasal dari keluarga virus retrovirus dan dari jenis letivirus.

AIDS adalah hasil infeksi HIV setelah beberapa tahun masa inkubasi dalam tubuh manusia. Virus ini belum ditemukan pengobatannya.

Foto dari mikroskop elektron ini memiliki skala 5 ribu dibanding 1 sehingga berukuran 12×12 cm.

10. Gambar Virus – Molluscopox virus (MCV) 2

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The picture shows some MC viruses (molluscum contagiosus) between collagen fibers (connective tissue fibers) from a squeezed dandelion. Dandelions are pin-prickly to pea-sized, white, reddish or skin-colored nodules with a smooth and often glossy surface. Dandelions are particularly common in children, especially in children with atopic eczema (neurodermatitis), but only occur once. Transmission electron microscope, 90,000: 1 (at 12x12cm image size)

Keterangan:

Penjelasan gambar di atas ada pada gambar no. 11 di bawah ini.

11. Gambar Virus – Molluscopoxvirus (MCV)

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The image shows some molluscipox viruses (MC viruses) between collagen fibers (connective tissue fibers) from a squeezed dandelion. Dandelions are pin-prickly to pea-sized, white, reddish or skin-colored nodules with a smooth and often glossy surface, which are always manifold. Dandelions are particularly common in children, but they usually last only 6-18 months and then disappear completely. Transmission electron microscope, 30,000: 1 (at 12x12cm image size)

Keterangan:

Gambar tadi memperlihatkan pada kita beberapa virus Molluscopoxvirus atau MCV yang berada di antara jaringan kulit pada penyakit kutil air. Molluscum contagiosum berukuran kacang brewarna putih kemerahan atau berwarna sesuai bintik kulit dengan permukaan yang halus dan mengkilap.

Molluscum contagiosum merupakan penyakit ringan yang biasanya menyerang anak-anak. Penyakit ini akan menghilang dengan sendirinya setelah 6 hingga 18 bulan. Gambar perbesaran ini adalah 30 ribu kali sehingga berukuran 12×12 centi meter.

12. Gambar Virus – Polyoma viruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
Polyoma viruses. The picture shows freshly formed polyomaviruses on the cell wall of the host cell. In approximately 30% of all humans, antibodies could be detected on polyomaviruses, but so far it was not possible to isolate the pathogen. In the case of weakened immune defense, bladder infections occur with the virus multiplying and excreted with the urine. Another pathogen strain affects the nervous system, which leads to death in immature persons (AIDS, leukemia) within a few months. TEM 16,000: 1 (at 12x12cm size)

Keterangan:

Nampak pada gambar virus dalam perbesaran microscopic electron ini adalah virus Polyoma yang baru saja terbentuk dalam sebuah lapisan sel dari sebuah indung sel.

Ada sekitar 30% semua manusia terbukti positif terhadap antibodi virus polyoma. Polyoma bisa menyebabkan infeksi kandung kemih pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Pada pasien AIDS, virus polyoma akan menginfeksi sistem syaraf dan bisa menyebabkan kematian dalam beberapa bulan saja.

Perbesaran gambar ini adalah 16 ribu kali sehingga nampak berukuran 12×12 cm.

13. Gambar Virus – Vaccinia

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron
The picture shows Vaccinia viruses as they develop inside a host cell (ultra-thin section). In the upper part of the picture, the viruses are visible at the beginning of the condensation, among which there are viruses, in which the DNA is already condensed to the final dumbbell shape. Vaccinia virus belongs to the group of smallpoxviruses and is common in many mammals (including cattle and humans). The vaccinia virus has been used as a vaccine against smallpox, which has now been eradicated worldwide.
Transmission electron microscope, 30,000: 1 (at 12x12cm image size)

Keterangan:

Menurut emedicine.medscape.com, virus Vaccinia adalah sebuah misteri tersendiri dalam dunia virology.

Gambar virus dalam perbesaran microscopic electron yang didapatkan dengan transmisi mikroskop elektron ini 30 ribu kali wujud aslinya atau pada 12×12 centimeter.

Gambar tersebut menunjukkan perkembangan virus Vaccinia di dalam sel indung. Virus-virus Vaccinia berasal dari kelompok poxvirus dan biasanya terdapat di banyak mamalia. Virus-virus Vaccinia telah digunakan dalam bentuk cair sebagai yang kita kenal dengan istilah vaksin. Vaksinasi vaksin yagn dimaksud adalah terhadap penyakit cacar / smallpox. Smallpox atau cacar sendiri adalah penyakit berbahaya dan menular yang disebabkan oleh virus Variola.

Demikianlah 13 gambar virus dalam perbesaran microscopic electron. Tulisan ini adalah hasil terjemahan saya sendiri untuk sekedar informasi pengetahuan. Tulisan ini bukan jurnal medis sehingga tidak bisa dijadikan rujukan ilmiah penelitian atau kegiatan akademis apapun. Siapapun diwajibkan merujuk kepada sumber yang telah disediakan untuk keperluan lebih lanjut dan mendalam.

UPDATE – 24 Maret 2020

Coronavirus

Virus corona baru menyebar di Cina dan Asia Tenggara. Sebagian besar kasus terjadi di Provinsi Wuhan, orang pertama yang terinfeksi di pasar ikan.

Kasus-kasus dari Jepang, Korea Selatan dan Thailand sekarang diketahui. Coronavirus baru (2019-nCoV), seperti virus SARS, adalah milik beta-coronavirus.

Gambaran klinisnya adalah pilek, batuk dan sakit kepala karena demam. Dalam kasus ekstrim, radang selaput dada dan pneumonia terjadi.

Banyak infeksi tanpa gejala, sehingga jumlah kasus yang tidak dilaporkan bisa sangat tinggi, hingga 2000 orang saat ini (akhir Januari) diduga terinfeksi.

Gambar kiri menunjukkan bagian ultrathin melalui sel yang terinfeksi, gambar kanan mengisolasi partikel virus dalam pewarnaan negatif, diambil dengan mikroskop elektron transmisi.

Perbesaran di kiri 24.000: 1, di kanan 120.000: 1 (pada lebar 12cm)

Save

Leave a Reply

Butuh bantuan Download dan Info Lengkap?