13 Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron

Virus Zika dan Microphaly Penyakit Kepala Mengecil
Waspada Virus Zika dan Microcephaly Penyakit Kepala Mengecil Menular dari Nyamuk
January 29, 2016
Ayam Kampung Kemala Farm Profile Bisnis dan Brosur Katalog
February 15, 2016

Inilah 13 gambar virus dalam perbesaran microscopic electron. Adalah website eyeofscience.de yang menyediakan gambar-gambar microscopik seputar sains. Di antara informasi gambar-gambar microscopik yang disediakan oleh web eyeofscience adalah dunia virus. Gambar microscopik adalah gambar fotografi dari objek-objek microscopik dalam ukuran yang tidak mungkin terlihat oleh mata manusia kecuali oleh alat optik mikroskop (microscope).

Mikroskop elektron adalah salah satu teknologi optik manusia modern dengan dukungan komputer sehingga memungkinkan melihat objek-objek sangat kecil dalam ukuran perbesaran tertentu yang bisa dilihat oleh mata manusia normal secara mendetail.

13 Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron

Pada postingan blogging sebelumnya tentang kesehatan di blog masbadar.com ini, saya telah berbagi informasi tentang virus Zika dan penyakit kepala mengecil yang disebabkan oleh virus tersebut melalui nyamuk Aedes aegepty yang dikenal sebagai pembawa virus demam berdarah.

Dunia virus selalu berkembang sebab sang Maha Pencipta senantiasa menciptakan virus-virus baru sebagai ujian bagi manusia. Penyakit-penyakit akibat virus yang pada zaman dahulu tidak pernah ada, kini menjadi berita keseharian dalam bentuk bencana kematian yang menular.

Dan inilah 13 gambar virus dalam perbesaran microscopic electron tersebut dari sumber web sains: http://www.eyeofscience.de/en/viruses/.

1. Gambar Virus – Adeno and parvoviruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Eine Mischinfektion von Adeno- und Parvoviren. Die Adenoviren vermehren sich vorwiegend im Rachenraum, in der Augenbindehaut und im Dünndarm. Parvoviren sind Auslöser der Ringelröteln. Parvoviren kommen bei Mensch und Tier vor, das einzige f. d. Mensch bedeutende ist das Virus B19. Durchmesser der Adenoviren beträgt 80µm, der Parvoviren 20-24 nm. Transmissions-Elektronenmikroskop, 90 000:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Sebuah gambar perbesran dari infeksi kompleks antara virus adeno dan virus parvo. Adenovirus berkembang biak terutama di tenggorokan, di kelopak mata bagian dalam, dan di dalam usus kecil di perut. Parvovirus khususnya type B19 merupakan penyebab seperlima dari penyakit-penyakit yang ada yang disebabkan oleh virus. Virus-virus ini bisa menyerang manusia dan binatang.

Ukuran virus adeno adalah sekitra 80 nano meter, sementara parvovirus berukuran 20-24 nano meter. Ukuran transmisi mikroskop elektron ini adalah pada perbandingan perbesaran 90.000:1 atau sekitar 12 x 12 centi meter.

2. Gambar Virus – Adenoviruses in cell

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Eine Zelle (Kultur) ist mit Adenoviren infiziert. Die Viren haben sich bereits in grosser Zahl reproduziert und sich zu kristallinen Aggregaten in der Zelle aneinander gelagert. Adenoviren vermehren sich vorwiegend im Rachenraum, in der Augenbindehaut und im Dünndarm. 5-7 Tage nach der Infektion zeigt sich das Krankheitsbild mit meist leicht verlaufenden akuten Erkältungserscheinungen der Luftwege, der Bindehaut, als Gastroenteritis oder als Pneumonie. Transmissions-Elektronenmikroskop, 10 000:1 (bei 15x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Ini adalah foto yang diperbesar dengan perbandingan 10.000:1 atau sepuluh ribu kali dari ukuran asli menjadi sekitar 15 x 12 centi meter. Virus apa ini?

Ini alah sebuah sel yang terinfeksi adenovirus. Virus-virus ini telah direproduksi dalam jumlah besar dan disatukan dalam bentuk krista di dalam sel tersebut. Adenovirus berkembang biak berlipat ganda di tenggorokan, kelopak mata dalam dan usus kecil baik mausia ataupun hewan. Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus ini biasanya flu, dan atau radang tenggorokan.

3. Gambar Virus – Adenoviruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Die Adenoviren vermehren sich vorwiegend im Rachenraum, in der Augenbindehaut und im Dünndarm. Die Übertragung erfolgt direkt von Mensch zu Mensch. Das Krankheitsbild zeigt sich mit meist leicht verlaufenden akuten Erkältungserscheinungen der Luftwege, der Konjunktiven, als Gastroenteritis, oder als Pneumonie. TEM, 90 000:1 (bei 12x7cm Bildgrösse)

Gambar di atas adalah penampakan virus adeno dalam ukuran 12 x 7 cm. Itu artinya telah diperbesar dengan mikroskop elektron menjadi 90 ribu kali. Virus penyebab flu dan sakit tenggorokan ini memang paling banyak ditemukan baik pada manusia dan hewan.

4. Gambar Virus – Bacteriophage

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Das Bild zeigt mehrere Bakteriophagen, die in Ferkelkot gefunden wurden. Als Bakteriophagen oder einfach Phagen (von griechisch phagein: fressen) bezeichnet man eine Gruppe von Viren, die auf Bakterien und Archaeen als Wirtszellen spezialisiert sind. Phagen haben in Medizin, Biologie, Agrarwissenschaften vor allem im Bereich der Gentechnologie ein breites Anwendungsspektrum gefunden. So verwendet man Phagen in der Medizin aufgrund ihrer Wirtsspezifität zur Bestimmung von bakteriellen Erregern. Aufgrund der immer häufiger auftretenden multiplen Antibiotikaresistenzen wird zurzeit intensiv an der Anwendung von Bakteriophagen als Antibiotika-Ersatz in der Humanmedizin geforscht. Transmissions-Elektronenmikroskop, 80 000:1 (bei 12x10cm Grösse)

Keterangan:

Bacteriophage ini ditemukan di kotoran anak-anak babi. Phage adalah jenis-jenis virus yang mengifeksi bakteri. Karena bacteriophage ini memiliki ketahanan yang baik terhadap bakteri-bakteri pathogen, kini para ilmuwan menggunakannya sebagai pengganti antibiotik pada obat-obatan bagi manusia.

Hmm bagaimana ya hukumnya dalam Islam, kita tunggu saja fatwanya dari majelis ulama Indonesia jika memang nanti ditemukan obat-obatan antibiotik dari bakteriopage di atas.

5. Gambar Virus – Ebola

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Ebola Viren aus der Familie der Filoviridae sind RNA-Viren. Bei Übertragung auf den Menschen lösen sie das hämorraghische Fieber aus mit einer Letatllitätsrate von 60-90%. Natürliches Reservoir stellen die tropischen Regenwälder Zenralafrikas dar. Hier sind Fledermäuse und oder Flughunde wahrscheinliche Wirtstiere. Entdeckt wurden die Viren zum ersten Mal am Fluss Ebola 1976 in Zaire (heute Kongo), als an einer Missionsstation 280 von 315 Menschen starben. Übertragen wird das Virus direkt von Mensch zu Mensch durch Kontakt- bzw. Schmierinfektion durch jegliche Körperausscheidungen. Die Inkubationszeit beträgt 2 bis 21 Tage. Dann kommt es zu einer systemischen Infektion mit Fieber, Schüttelfrost, Kopf- Glieder- Muskelschmerzen sowie Übelkeit, Erbrechen, Durchfall. Das Gefässystem wird instabil und es kommt zu Gerinnungsstörungen, daraus folgend ein hämorraghisches Schocksyndrom mit hoher Letalität. Der Nachweis erfolgt im Labor über IgG-Antikörper und Virusisolierung durch Zellkultur. 2014 kam es zu einem schweren Ausbruch in der Grenzregion zwischen Guinea, Liberia und Sierra Leone. Raster-Elektronenmikroskop, Vergrösserung 30000:1 (bei 15x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Gambar di atas adalah foto elektron mikrografi dari beberapa virus Ebola. Virus inilah yang menyebabkan penyakit Ebola yang menyerang manusia dan primata non manusia. Ebola adalah penyakit berbahaya dan bisa menyebabkan kematian yang ditandai dengan gejala-gejala meliputi flu, kelelahan, sakit pada otot, muntah-muntah, diare dan pendarahan di dalam tubuh.

6. Gambar Virus – Herpes

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Das Bild zeigt Herpes-Viren auf der Oberfläche einer Zelle. Drei Viren haben Kontakt aufgenommen um in die Zelle einzudringen. Ein weiteres Virus befindet sich im Zellzwischenraum, es ist nur am Rand angeschnitten, weshalb die DNA nicht zu erkennen ist. Herpes-simplex-Viren lösen eine Hauterkrankung aus, die sich in Form von juckenden Bläschen, meist an den Lippen zeigt (Herpes labialis, Lippenherpes). Transmissions-Elektronenmikroskop, 45 000:1 (bei 12x9cm Bildgrösse)

Keterangan:

Gambar di atas menunjukan sebuah bagian tipis dari virus-virus herpes pada permukaan sebuah sel. Nampak 3 buah virus telah mulai memasuki sel. Sementara virus yang lain berada di lokasi antar sel, gambar terpotong pada samping saja dehingga DNA (di beberapa sel berwarna merah) tidak bisa terlihat.

Virus Herpes menyebabkan penyakit kulit biasanya pada bibir dalam bentuk gelembung yang gatal (terutama pada herpes labialis).

Gambar hasil pemindaian mikroskop elektron ini berperbesaran 45 ribu kali sehingga seolah menjadi seukuran 12×9 cm.

7. Gambar Virus – HI Viruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Transmissions-Elektronenmikroskop, Vergrösserung 10000x:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Gambar di atas menunjukan bagian sangat tipis melalui sebuah limposit T dengan aktivitas sangat tinggi pada permukaan sel. Hal tersebut karena terjadi proses perkembangbiakan masal virus-virus HIV.

Virus HIV atau dikenal dengan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini akan mulai aktif setelah masa inkubasi beberapa tahun. Artinya seseorang yang terjangkit virus ini akan terlihat baik-baik saja dalam beberapa tahun. Sebab itulah masa inkubasi virus yang belum ditemukan obatnya ini.

Perbesaran gambar mikroskop elektron ini adalah 10 ribu kali.

8. Gambar Virus – HIV Creation

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Die Bilder zeigen in Serie die Entstehung und den Austritt eines HI-Virus aus einer Wirtszelle. Direkt unter der Membran der HIV-produzierenden Zelle liegt der Beginn einer elektronen-dichten Schale (Bild 1). Die Schale wächst zunehmend mit dem Buddingprozess zur Kugelschale (Bild 2). Der sich ausstülpende, kugelförmige Innenkörper, das Core (rot, Bild 3), wird dabei von der mitwachsenden Zellmembran umgeben. Dabei nimmt das sich bildende Virion die Lipide der Wirtszelle in seine spätere Hülle auf. Wenn die Kugelschale komplett geschlossen ist (Bild 4), wird die zunehmend schmaler werdende Verbindung zur Zelle ganz getrennt. TEM, Vergrösserung 80 000:1 (bei 15x10cm Bildgrösse)

Rangkaian gambar-gambar di atas menunjukan muncul dan terciptanya sebuah virus HIV. Tampak virus keluar dari sel indungnya. Inti virus yang berbentuk bulan menonjol dilingkupi oleh lapisan cel yagn terus tumbuh. Ketika proses selesai, maka virus HIV akan melepaskan diri dari indungnya. Skala perbesaran gambar virus ini adalah 80 ribu banding 1 atau seukuran 15 x 10 centimeter.

9. Gambar Virus – HIV

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Das Bild zeigt einen Ultradünnschnitt durch eine Zelle des Immunsystems (graubraun), die von HI-Viren umgeben ist. Das Humane Immundefizienz-Virus (menschliches Immunschwäche-Virus) ist ein Virus, das zur Familie der Retroviren und zur Gattung der Lentiviren gehört. Eine Ansteckung führt nach einer unterschiedlich langen, meist mehrjährigen Inkubationsphase zu AIDS (acquired immunodeficiency syndrome, erworbenes Immundefektsyndrom), einer derzeit noch unheilbare Immunschwäche-Krankheit. Transmissions-Elektronenmikroskop, Vergrösserung 5000x:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Pada gambar di atas terlihat bagian sangat tipis melalui sebuah sel sistem imun berwarna coklat. Warna coklat ini disebabkan oleh pengaruh virus HIV. Virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini berasal dari keluarga virus retrovirus dan dari jenis letivirus.

AIDS adalah hasil infeksi HIV setelah beberapa tahun masa inkubasi dalam tubuh manusia. Virus ini belum ditemukan pengobatannya.

Foto dari mikroskop elektron ini memiliki skala 5 ribu dibanding 1 sehingga berukuran 12×12 cm.

10. Gambar Virus – Molluscopox virus (MCV) 2

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Das Bild zeigt einige MC-Viren (Molluscum contagiosus) zwischen Kollagenfasern (Bindegewebsfasern) aus einer ausgequetschten Dellwarze. Dellwarzen sind stecknadelkopf- bis erbsengroße, weiße, rötliche oder hautfarbene Knötchen mit glatter und oft glänzender Oberfläche. Dellwarzen kommen besonders häufig bei Kindern vor, insbesondere bei Kindern mit atopischem Ekzem (Neurodermitis), treten aber meisst nur ein Mal auf. Transmissions-Elektronenmikroskop, 90 000:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Penjelasan gambar di atas ada pada gambar no. 11 di bawah ini.

11. Gambar Virus – Molluscopoxvirus (MCV)

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Das Bild zeigt einige Molluscipoxviren (MC-Viren) zwischen Kollagenfasern (Bindegewebsfasern) aus einer ausgequetschten Dellwarze. Dellwarzen sind stecknadelkopf- bis erbsengroße, weiße, rötliche oder hautfarbene Knötchen mit glatter und oft glänzender Oberfläche, die stets multipel auftreten. Dellwarzen kommen besonders häufig bei Kindern vor, sie bestehen aber in der Regel nur 6-18 Monate und verschwinden dann vollständig. Transmissions-Elektronenmikroskop, 30 000:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Gambar tadi memperlihatkan pada kita beberapa virus Molluscopoxvirus atau MCV yang berada di antara jaringan kulit pada penyakit kutil air. Molluscum contagiosum berukuran kacang brewarna putih kemerahan atau berwarna sesuai bintik kulit dengan permukaan yang halus dan mengkilap.

Molluscum contagiosum merupakan penyakit ringan yang biasanya menyerang anak-anak. Penyakit ini akan menghilang dengan sendirinya setelah 6 hingga 18 bulan.

Gambar perbesaran ini adalah 30 ribu kali sehingga berukuran 12×12 centi meter.

12. Gambar Virus – Polyoma viruses

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Polyoma- Viren Das Bild zeigt frisch gebildete Polyomaviren an der Zellinnenwand der Wirtszelle. Bei etwa 30% aller Menschen konnten Antikörper auf Polyomaviren nachgewiesen werden, jedoch gelang es bisher nicht, den Erreger zu isolieren. Bei geschwächter Immunabwehr kommt es zur Blasenentzündung mit Vermehrung der Viren und zu deren Ausscheidung mit dem Urin. Ein anderer Erregerstamm befällt das Nervensystem, was bei immunschwachen Personen (AIDS, Leukämie) innerhalb weniger Monate zum Tode führt. TEM 16.000:1 (bei 12x12cm Grösse)

Keterangan:

Nampak pada gambar virus dalam perbesaran microscopic electron ini adalah virus Polyoma yang baru saja terbentuk dalam sebuah lapisan sel dari sebuah indung sel.

Ada sekitar 30% semua manusia terbukti positif terhadap antibodi virus polyoma. Polyoma bisa menyebabkan infeksi kandung kemih pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Pada pasien AIDS, virus polyoma akan menginfeksi sistem syaraf dan bisa menyebabkan kematian dalam beberapa bulan saja.

Perbesaran gambar ini adalah 16 ribu kali sehingga nampak berukuran 12×12 cm.

13. Gambar Virus – Vaccinia

Gambar Virus dalam Perbesaran Microscopic Electron - Das Bild zeigt Vaccinia- Viren bei der Entstehung im Inneren einer Wirtszelle (Ultradünnschnitt). Im oberen Bildteil sind die Viren bei beginnender Kondensation zu sehen, darunter befinden sich Viren, bei denen die DNA schon zur endgültigen Hantelform kondensiert ist. Das Vaccinia- Virus gehört zu Gruppe der Pockenviren und ist bei vielen Säugern verbreitet (v.a. Rind und Mensch). Das Vacciniavirus diente in abgeschwächter Form als Impfstoff gegen die Pocken, die inzwischen weltweit als ausgerottet gelten. Transmissions-Elektronenmikroskop, 30 000:1 (bei 12x12cm Bildgrösse)

Keterangan:

Menurut emedicine.medscape.com, virus Vaccinia adalah sebuah misteri tersendiri dalam dunia virology.

Gambar virus dalam perbesaran microscopic electron yang didapatkan dengan transmisi mikroskop elektron ini 30 ribu kali wujud aslinya atau pada 12×12 centimeter.

Gambar tersebut menunjukkan perkembangan virus Vaccinia di dalam sel indung. Virus-virus Vaccinia berasal dari kelompok poxvirus dan biasanya terdapat di banyak mamalia. Virus-virus Vaccinia telah digunakan dalam bentuk cair sebagai yang kita kenal dengan istilah vaksin. Vaksinasi vaksin yagn dimaksud adalah terhadap penyakit cacar / smallpox. Smallpox atau cacar sendiri adalah penyakit berbahaya dan menular yang disebabkan oleh virus Variola.

Demikianlah 13 gambar virus dalam perbesaran microscopic electron. Tulisan ini adalah hasil terjemahan saya sendiri untuk sekedar informasi pengetahuan. Tulisan ini bukan jurnal medis sehingga tidak bisa dijadikan rujukan ilmiah penelitian atau kegiatan akademis apapun. Siapapun diwajibkan merujuk kepada sumber yang telah disediakan untuk keperluan lebih lanjut dan mendalam.

Save