Amerika Serikat Harus Tetap Menjadi Polisi Dunia agar Dunia Lebih Aman

Anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak
Anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak
October 12, 2016
Kualitas udara terburuk dan berbahaya ada di kota-kota India
Kualitas Udara Terburuk dan Berbahaya ada di Kota-Kota India
November 19, 2016

Amerika Serikat Harus Tetap Menjadi Polisi Dunia agar Dunia Lebih Aman

Amerika Serikat harus tetap menjadi polisi dunia

Amerika Serikat harus tetap menjadi polisi dunia agar dunia lebih aman. Pernyataan itu dilontarkan oleh bekas pemimpin NATO, Anders Fogh Rasmussen dalam sebuah wawancara dengan sebuah kantor berita di Inggris, Sky News. 

Lebih lanjut Rasmussen menambahkan bahwa Amerika Serikat perlu turun tangan di setiap kekacauan yang terjadi di dunia dan menata kembali hukum yang berlaku di sana. Dan NATO, menurut Rasmussen perlu, harus memastikan posisi kepemimpinan global Amerika Serikat. Amerika Serikat, menurutnya tidak memiliki pilihan selain memaksakan kekuatannya. Suriah dihancurkan oleh perang dan konflik, jelas Rasmussen, Iraq berada di jurang keruntuhan, Libya sudah menjadi negara yang gagal, sementara itu Rusia menyerang Ukraina dan menciptakan ke-tidakstabilan di Eropa Timur, lalu China nampaknya sudah meregangkan otot-ototnya, dan Korea Utara selalu mengancam dengan nuklirnya.

Rasmussen sebenarnya mengkritisi presiden Amerika Serikat yang baru saja digantikan oleh Trumph, Barack Obama. Menurutnya Obama tidak cukup berhasil mencegah terjadinya konflik di banyak belahan dunia.

Rasmussen menyatakan bahwa negara super power tidak boleh berhenti, lihatlah seliling, dunia selalu saja dilanda konflik dan kekacauan.

Sementara itu, harian Russia Today (RT) mempertanyakan kepentingan intervensi militer Amerika Serikat pada saat sekarang ini. Russia Today mengatakan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat malah menyebabkan ketidak-stabilan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Russia Today juga menyebutkan bahwa Libya terjungkal ke dalam kekacauan setelah penggulingan Muammar Kadafi dan Amerika Serikat tidak memiliki solusi setelahnya. Russia Today menambahkan lebih jauh bahwasannya kebijakan Amerika Serikat di Iraq dan Suriah telah menciptakan ancaman keamanan global yang lebih besar dalam bentuk ISIS.

Kemudian Russia Today menuliskan jika Taliban masih memiliki kendali terhadap sepertiga wilayah Afganistan, bahkan setelah Amerika Serikat menghabiskan lima belas tahun di sana.

Artikel tentang pernyataan Rasmussen dari NATO bahwa Amerika Serikat harus tetap menjadi polisi dunia ini bersumber dari: