Anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak

Batu bata Supreme 1000 dollar laris manis sebagai koleksi kekinian
Batu Bata Supreme 1000 Dollar Laris Manis Sebagai Koleksi Kekinian
October 7, 2016
Amerika Serikat harus tetap menjadi polisi dunia
Amerika Serikat Harus Tetap Menjadi Polisi Dunia agar Dunia Lebih Aman
November 19, 2016

Anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak

Anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak

A girl helps prepare her family’s evening meal, outside their makeshift home, in the Majo camp for displaced people, in Mogadishu, the capital. UNICEF, in partnership with Somali Community Concern, is supporting two schools, collectively serving over 800 children, in the camp. In July 2012, Somalia marked one year since famine was declared in parts of the country, amid the Horn of Africa’s worst drought in 60 years. While affected areas have since emerged from famine, conditions remain critical, and the country’s already decades-long conflict continues with no end in sight. A third of Somalis are currently in need of emergency assistance, and over one fifth of under-five children are suffering from malnutrition. By mid-June, over 992,000 Somalis had sought refuge in neighbouring countries, many of which are undergoing their own food crises, while 1.3 million had been internally displaced. Of these, over 127,000 have settled in war-torn Mogadishu, the capital. In the past year, UNICEF has treated over 455,000 acutely malnourished children under age 5; helped nearly 2.7 million people gain access to clean water and over 1.2 million to healthcare facilities; provided over 380,000 children with access to UNICEF-supported schools and over 37,000 to child-friendly spaces, where services include psychosocial assistance; and sent more than 27,000 tonnes of supplies to affected areas. UNICEF requires US$162.2 million for its ongoing work in Somalia throughout 2012, over 60 per cent of which remains unfunded.

Ternyata anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak. Itu artinya 40 persen lebih banyak pekerjaan rumahan yang harus ditanggung anak-anak perempuan di banding anak-anak laki-laki. Fakta ini mungkin sedikit mengejutkan.  Pekerjaan rumahan yang dimaksud adalah bukan pekerjaan komersil. 

Angka 40 persen itu setara dengan 160 juta jam atau bahkan lebih lama bagi banyak anak-anak perempuan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumahan mereka. Di beberapa negara angka tersebut bisa jadi lebih tinggi lagi.

Sebuah laporan terbaru dari UNICEF, sebuah badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masalah anak-anak menyoroti disparitas / kesenjangan tersebut.

Anju Malhotra dari UNICEF menyebutkan bahwa banyak anak-anak perempuan yang harus meninggalkan kesempatan berharga mereka untuk belajar, tumbuh dewasa, dan menikmati masa kanak-kanak. Lebih lanjut Malhotra menambahkan bahwa ketimpangan pembagian tugas di antara anak-anak ini juga melanggengkan stereotip gender dan melipatkan-gandakan beban pada wanita dan anak-anak dari generasi ke generasi.

Kebanyakan pekerjaan yang dilakukan oleh anak-anak perempuan adalah pekerjaan yang bersifat kasar dan menuntut fisik. Dua pertiga dari anak-anak perempuan melakukan pekerjaan memasak dan bersih-bersih rumah, sementara itu separuh dari anak-anak perempuan mengumpulkan kayu bakar dan mencari air. Mereka juga menghabiskan banyak waktu untuk mengurus anak-anak yang lebih kecil juga mengurus anggota keluarga yang sudah lanjut usia.

Negara dengan anak-anak perempuan mengerjakan pekerjaan rumahan terlama adalah Somalia. Di Somalia anak-anak perempuan berumur 10 hingga 14 tahun menghabiskan 26 jam dalam sepekan untuk mengerjakan pekerjaan rumahan.

Laporan yang dirilis oleh UNICEF ini bertepatan dengan hari Anak Perempuan Internasional yang diselenggarakan oleh PBB yang jatuh pada tanggal 11 Oktober.

UNICEF mengatakan bahwa mengukur tantangan yang dihadapi perempuan dan menjadikan pekerjaan dan tantangan bagi mereka lebih berkualitas adalah langkah penting pertama menuju pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada kesetaraan gender dan agar menghilangkan permasalahan yang menghadang pada masa depan 1,1 milyar perempuan di dunia. Selengkapnya silahkan mengunjungi: https://www.dayofthegirl.org.

Informasi Anak-anak perempuan mengerjakan tugas rumahan 160 juta jam lebih banyak di atas bersumber dari: