Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan Menghadapi Stress

Kualitas udara terburuk dan berbahaya ada di kota-kota India
Kualitas Udara Terburuk dan Berbahaya ada di Kota-Kota India
November 19, 2016
Rumus matematika untuk secangkir kopi yang nikmat
Inilah Rumus Matematika untuk Secangkir Kopi yang Nikmat
November 21, 2016

Bagaimana perbedaan anak laki-laki dan perempuan menghadapi stress? Sebuah penelitian dari Universitas Stanford, Amerika Serikat memperlihatkan bahwa beberapa kejadian yang menimbulkan stress (tekanan) ternyata mempengaruhi secara berbeda pada otak anak laki-laki dan otak anak perempuan.

Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak perempuan akan menderita lebih banyak setelah mengalami kejadian-kejadian traumatik. Dan pada anak perempuan kemungkinan besar akan berkembang menjadi post-traumatic stress disorder (PTSD), semacam penyakit yang diakibatkan oleh tekanan setelah mengalami hal yang membuat trauma.

Para peneliti juga mengatakan bahwa dikarenakan hal itulah, anak laki-laki dan perempuan sebaiknya ditangani secara berbeda oleh dokter ketika proses penyembuhan dari PTSD.

Dr Megan Klabunde yang memimpin penelitian itu menyebutkan, “Menjadi hal yang penting bagi mereka yang melakukan proses penyembuhan kepada remaja yang mengalami trauma agar mempertimbangkan perbedaan gender. Dari penemuan kami, kami menyarankan bahwa kemungkinan remaja laki dan remaja perempuan bisa menunjukkan gejala trauma yang berbeda dan mereka akan lebih baik jika ditangani dengan penanganan penyembuhan yang berbeda-beda pula.

Penelitian itu berfokus pada bagian dari otak yang mengatur emosi dan empati yang disebut insula. Semakin kecil insula, semakin besar kemungkinan seseorang akan menderita PTSD.

Para periset menemukan bahwa insula biasanya berukuran kecil pada anak-anak perempuan yang memiliki pengalaman trauma.

Ukuran insula menjadi lebih besar dari ukuran biasanya pada anak laki-laki yang mengalami hal-hal menyedihkan, mengagetkan dan kejadian-kejadian menakutkan. Gangguan tekanan pasca trauma (PTSD) merupakan gangguan mental yang bisa berkembang setelah mengalami hal-hal penyebab trauma seperti pelecehan se**ual dengan kekerasan, perang, kecelakaan lalu lintas, atau mendapatkan ancaman. Gejala-gejalanya bisa saja pikiran-pikiran yang terganggu atau keinginan untuk bunuh diri, mimpi buruk terkait kejadian yang dialami, dan berubahnya seseorang dalam berpikir dan merasakan sesuatu.

Tulisan seputar penelitian psikologi berjudul perbedaan anak laki-laki dan perempuan menghadapi stress ini bersumber dari: