5 Peranan Drone dalam Pemulihan Bencana

QiscusXKata.ai
QiscusXKata.ai: Revolusi Interaksi Pelaku Bisnis dengan Konsumen
January 18, 2018

5 Peranan Drone dalam Pemulihan Bencana

5 Peranan Drone dalam Pemulihan Bencana

Keberadaan pesawat nir-awak, drone, telah menuai banyak kritik karena keterkaitan pe;langgaran privasi hingga peruntukan penempatan senjata dalam perang. Sebenarnya masih ada penggunaan drone pada hal yang lebih positif yang memberikan keselamatan, perlindungan, dan bantuan pada bencana. Bagaimana peranan drone dalam pemulihan bencana serta mitigasi?

Bencana alam ataupun bencanan tersebab kejahatan manusia pada lingkungan, seringkali membuat kondisi sangat sulit sehingga petugas penyelamat tidak dapat mengakses daerah tertentu guna memberikan bantuan.

Drone memiliki kemampuan untuk mengambil peran ketika petugas penyelamat dan relawan serta kendaraan SAR berawak mengalami kegagalan.

5 Peranan Drone dalam Pemulihan Bencana

1. Tumpahan Bahan Kimia Berbahaya

Bahan kimia berbahaya atau nuklir dapat bocor ke lingkungan karena berbagai alasan. Beberapa penyebabnya di antara adalah kerusakan yang terjadi dalam pabrik atau kerusakan pembangkit listrik, ataupun tumpahan atau kebocoran ketika transportasi atau bahkan karena serangan teroris.

JIka terjadi seperti it maka mengukur kerusakan dan memberikan bantuan harus cepat dan efektif. Peristiwa-peristiwa bencana seperti itu dikenal sebagai peristiwa CBRNE (chemical, biological, radiological, nuclear or explosive). Kejadian seperti itu tentu membuat kondisi tidak aman, tidak hanya bagi orang-orang yang terpapar bahan berbahaya di daerah terdekat, tetapi juga bagi mereka yang bekerja sebagai petugas penyelamat dan para relawan.

Pada bulan Maret 2011, gempa bumi yang kuat menyebabkan tsunami melanda Jepang, mengakibatkan kerusakan parah pada pembangkit nuklir Fukushima Daiichi.

Kerusakan menyebabkan evakuasi skala penuh karena jumlah bahan nuklir berbahaya yang dilepaskan. Drone dikerahkan di udara dan di daratan untuk mengukur tingkat kerusakan.

Kendaraan tak berawak ini mampu memberikan bantuan dalam memantau paparan radiasi, memperbaiki daerah yang hancur dan upaya membangun kembali – semuanya sambil meminimalkan paparan nuklir bagi para petugas penyelamat dan relawan.

2. Kebutuhan Pemetaan / Mapping

Wilayah yang rentan terhadap bencana skala besar seperti gempa bumi dan banjir sangat membutuhkan pencitraan visual dan pemetaan 3D.

Pesawat berawak seringkali terlalu mahal untuk digunakan, pemetaan satelit kadang tidak memenuhi kebutuhan dalam resolusi tinggi. Selain itu keduanya membutuhkan terlalu banyak waktu selama situasi darurat.

Penggunaan drone untuk memetakan area bencana memberikan keuntungan lebih besar dalam biaya dan dalam waktu respon yang cepat bila dibandingkan dengan metode tradisional.

Drone dapat digunakan dengan cepat, menghasilkan pemetaan resolusi tinggi dan 3D, mengidentifikasi area hotspot yang mengalami kerusakan paling parah dan mengunggah data secara real time untuk mengoordinasikan upaya bantuan.

Pada bencana gempa bumi Nepal 2015, drone membantu dalam membuat peta dan model 3D melalui perangkat lunak pemrosesan gambar. Hal tersebut tentu membantu dalam mengukur dan menilai kerusakan yang meluas, operasi pencarian dan misi evakuasi, membangun kembali bangunan dan area-area di kota.

3. Memonitor Kerusakan Struktural

Petugas penyelamat dan relawan seringkali kesulitan dan terancam bahaya ketika berupaya menilai kerusakan struktural dari sebuah bencana alam.

Menggunakan drone telah memudahkan menemukan bangunan yang berada di ambang kehancuran, potensi ledakan karena kebocoran bahan kimia dan tempat-tempat yang sulit diakses seperti terowongan dan jembatan.

Pada bencana tornado F-5 di Wichita, Kansas, drone digunakan untuk mengidentifikasi infrastruktur yang rusak parah. Dilengkapi dengan “pengendus” untuk mendeteksi tingkat gas metana yang tinggi, drone berhasil menemukan saluran gas yang rusak. Peteugas kemudian mematikan jalur dan memperbaiki kebocoran sebelum kemungkinan ledakan terjadi.

4. Mengirim pasokan darurat dan dukungan infrastruktur

Pasca bencana alam atau serangan teroris, jalur pasokan infrastruktur seringkali terputus dan tidak berfungsi. Ketika jalan, jembatan, kabel komunikasi dan jalur gas dan air terganggu, keselamatan penduduk di lokasi bencana akan terancam.

Untuk membantu mitigasi terhadap penderitaan korban dan kerusakan lebih lanjut, tim penyelamat dapat menggunakan drone untuk mendukung infrastruktur, mengirim pasokan dan membangun komunikasi.

Di daerah yang hampir mustahil dijangkau, drone dapat mengirimkan pasokan seperti air dan makanan kepada mereka yang membutuhkan, dan meminimalisir risiko penempatan pesawat berawak dalam bahaya.

AWACS, atau sistem kontrol dan peringatan di udara, memungkinkan pendirian Wi-Fi sementara dan akses ponsel ke lingkungan tanpa saluran listrik atau tanpa menara seluler.

5. Memadamkan Kebakaran Hutan

Administrasi Kebakaran AS menemukan bahwa pada 2013, ada 34 petugas meninggal dan 29.760 petugas mengalami luka-luka saat menangani kebakaran. Itu terjadi karena pesawat harus terbang pada ketinggian rendah untuk memadamkan kebakaran hutan. Saat itu pilot dan kru ditempatkan dalam bahaya serius dan dibuat untuk menanggung suhu tinggi. Mereka mengalami visibilitas rendah, angin berbahaya dan tekanan tinggi.

Drone dapat mengurangi risiko yang dihadapi pilot dan dapat meningkatkan efektivitas memadamkan kebakaran. Pesawat tak berawak dapat terbang dengan visibilitas rendah dan dapat menjatuhkan penghambat api dengan lebih akurat dan aman.

Drone yang lebih besar dapat mengangkut orang dan persediaan, sementara sejumlah besar drone yang lebih kecil dapat digunakan untuk memberikan kesadaran situasional yang lebih besar.

Drone yang dilengkapi dengan sistem komunikasi memiliki manfaat tambahan karena dapat mempertahankan kontak antara pusat komando dan petugas pemadam kebakaran di darat. Untuk alasan itu dan seterusnya, drone akan lebih sering digunakan dalam situasi tanggap darurat dan bencana.

Teknologi tak berawak yang canggih ini memiliki potensi besar di masa mendatang. Drone telah terbukti mampu membantu menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah kerusakan dalam situasi yang mengerikan.

Sumber: