Internet of Things 2019: 3 Hal yang Akan Jadi Trend

Toko online di Indonesia dengan negara lain
Perbedaan Toko Online di Indonesia dengan Negara Lain
September 29, 2016

Internet of Things 2019: 3 Hal yang Akan Jadi Trend

Internet of Things 2019

Internet of Things 2019: 3 Hal yang Akan Jadi Trend. Apa itu Internet of Things? Disingkat IoT, Internet of Things adalah sistem yang saling terhubung.  Saat ini ada sekitar 11 miliar perangkat Internet of Things (IoT) di dunia – yang secara signifikan lebih banyak daripada jumlah orang di dalamnya. Ketika internet menghubungkan jaringan komputer, IoT dapat menghubungkan apa pun punya prosesor, perangkat keras komunikasi, dan sensor. IoT menggunakan teknologi tersebut untuk mengirim, menerima, mengumpulkan, dan bertindak berdasarkan data, dengan ekstensi yang memungkinkan perangkat berinteraksi satu sama lain.

Misalnya, termostat cerdas Nest dapat diaktifkan dengan smartphone dan memberi tahu pemilik rumah bahwa filter udara sistem HVAC-nya perlu diganti – dan dia memiliki akses ke semua informasi ini apakah dia ada di sofa atau di belahan dunia saat berlibur .

Tiga tren berikut ini menjanjikan peningkatkan nilai IoT di rumah yang kini semakin cerdas:

1. Artificial Intelligence dan User Experience

Internet of Things 2019

Mari kita berfokus pada perkembangan AI (Artificial Intelligency) atau kecerdasan buatan sebagai otak di balik semua perangkat IoT.

Kebanyakan orang menggunakan Voice Assistant seperti Siri atau Alexa untuk mengirim teks atau memutar musik, tetapi ketika AI berevolusi, sepertinya para asisten itu akan menjadi semakin integral dengan cara kita berinteraksi dengan rumah kita.

Bret Greenstein, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Watson IoT IBM menjelaskan bahwa ketika saat-saat pertama menggunakan IoT, Anda dapat menghubungkan rumah dengan banyak cara dan banyak kabel dan kemudian aplikasi di smartphone banyak hadir. Tapi itu belum lah apa-apa dengan tujuan sesungguhnya IoT, ”kata .

AI telah meningkatkan fungsi banyak objek di rumah kita seperti peralatan rumah tangga. Pada 2018 Consumer Electronics Show (CES), Whirlpool mengungkapkan rangkaian peralatan yang dapat dikontrol menggunakan Google Asisten atau Alexa.

Dengan IoT, Anda akan bisa memeriksa jumlah waktu yang tersisa dalam siklus pencucian mesin cuci hanya dengan menanyakannya.

Karena potensi AI terus tumbuh di 2019, desainer akan menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan User Experience (UX).

Alexa, sebagai salah satu contoh penggunaan AI berbasis user Experience, cara pengguna berinteraksi dengan Alexa sangat berbeda. Sama sekali berbeda dari cara berinteraksi dengan teknologi lain.

Pada perangkat Alexa tidak ada layar atau keyboard. Pada awal penggunaannya, Alexa masih sering mengalami kegagalan menerima perintah. Oleh karena itu, para pengembang UX masih terus bekerja keras menciptakan perangkat dengan AI yang semakin mengerti perintah manusia.

2. Perangkat-perangkat Sensor yang Semakin Kecil dan Kian Terjangkau

IoT bergantung pada sensor digital, yang kini sudah banyak ditemukan. Satu smartphone saja menggunakan sekitar 15 perangkat sensor untuk mengenali atribut lingkungan seperti lokasi, orientasi, dan kedekatan. Sebagian besar mobil bahkan memiliki sensor yang memonitor tekanan ban, memicu lampu dasbor untuk menyala setiap kali mobil menemui level kecuraman jalan di bawah ambang batas tertentu.

Tidak saja teknologi sensor ban mobil, sensor juga merambah ke teknologi pemipaan (plumbing). Teknologi sensor pada plumbing bisa memberitahukanpemilik rumah jika terjadi kebocoran, sehingga malapetakan bisa dihindari. Efisiensi lebih lanjut adalah jika sensor ini mengirim pesan otomatis ke tukang ledeng lokal setiap kali masalah baru selain bocor terdeteksi.

Menurut MarketsandMarkets, nilai pasar sensor IoT diperkirakan akan mencapai $ 38,41 miliar pada 2022. Sekarang, sensor nirkabel mini, murah, tersedia untuk orang, elektronik konsumen IoT akan menjadi lebih umum dan lebih berguna. Banyak ahli percaya bahwa jaringan 5G, yang tampaknya akan segera hadir di pusat kota di seluruh dunia, adalah kunci untuk menyediakan kekuatan untuk memindahkan semua informasi itu.

3. Akses Ponsel terhadap Aplikasi IoT

Hingga 2018, ketika akses terhadap jaringan IoT dari perangkat seluler semakin lebih layak, maka aplikasi desktop akan semakin sering digunakan untuk menghubungkan pengguna ke IoT. Akses seluler diperkirakan akan meningkat dan semakin cepat pada 2019. Itu berarti akan lebih banyak data yang akan ditransmisikan oleh IoT akan tersedia untuk lebih banyak orang.

Internet of Things 2019

Internet of Things 2019

Pada titik ini, jaringan 5G akan mengambil peranan utama. Verizon merilis layanan 5G komersial pertama di dunia pada bulan September 2018 di Houston, Indianapolis, Los Angeles, dan Sacramento.

Saat ini ada lebih dari 2,6 miliar pengguna smartphone di dunia, dan angka ini kemungkinan akan meningkat pesat dalam lima tahun ke depan.

Kemungkinan besar mengontrol gadget IoT dari jauh tampaknya bukan hal sulit karena aplikasi seluler tidak mahal untuk dikembangkan dan penggunaannya lebih populer, lebih efisien, dan lebih fleksibel daripada aplikasi web.

Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah sejauh mana efektifitas memanfaatkan data itu. Apa saja efek negatif yang akan timbulannya/ Kewaspadaan apa yang semestinya kita antisipasi?