Mengenal Penggunaan Kamus Bahasa Arab Indonesia
Mengenal Penggunaan Kamus Bahasa Arab Indonesia
November 19, 2013
Pelajaran Bahasa Arab Nahwu Dasar Kalam Konstruksi Kalimat
April 4, 2014

Kata Kerja dalam Tinjauan Ilmu Shorof

Kata Kerja dalam Tinjauan Ilmu Shorof

Inilah Bab 3 yang akan membahasa tentang  Kata Kerja Dalam Tinjauan Ilmu Shorof. Kata kerja dalam bahasa Arab disebut fi’il (فِعْلٌ), yaitu kata-kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau perbuatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Dalam bahasa Arab yang menjadi dasar pembentuk kata turunan adalah kata kerja bentuk lampau atau disebut fi’il madhi (فِعْلٌ مَاضٍ). Maksudnya, dari sebuah fi’il madhi bisa ditashrif (diubah) menjadi kata-kata turunan yang berbeda-beda.

Kata Kerja dalam Tinjauan Ilmu Shorof

Fi’il Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya (صِيْغَة) fi’il-fi’il itu dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Fi’il Madhi (فِعْلٌ مَاضٍ) yaitu kata kerja bentuk lampau yang menunjukkan sebuah perbuatan sudahا selesai dilakukan sebelum waktu pembicaraan seperti kata كَتَبَartinya “sudah menulis”.ا
  2. Fi’il Mudhari (فِعْلٌ مُضَارِعٌ) yaitu kata kerja bentuk sedang/akan datang اyang menunjukkan bahwa sebuah perbuatan sedang dalam اproses atau akan dilakukan pada masa setelah pembicaraan اseperti kata يَكْتُبُ yang artinya “sedang/akan menulis”.ا
  3. Fi’il Amar (فِعْلُ أَمْرٍ) yaitu kata kerja yang bentuk tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan setelah waktuاpembicaraan seperti kata اُكْتُبْ yang artinya tulislah!”.
  4. Fi’il Nahyi (فِعْلُ نَهْيٍ) yaitu kata kerja bentuk larangan seperti kata لاَتَكْتُبْ yang artinya “jangan tulis!”.ا

Fi’il Berdasarkan Jumlah Huruf Penyusunnya

Berdasarkan jumlah huruf penyusunا sebuah fi’il, maka fi’il-fi’il itu bisa dikelompokkan kedalam 2 kelompok besar, اyaitu:

1. Fi’il Tsulatsi (فِعْلٌ ثُلاَثِيٌّ), yaitu kata-katakerja yang hurufاdasarnya berjumlah 3 buah. Selanjutnya, jika dilihat اdari ada atau tidaknya tambahan atas huruf-huruf dasarnya اmaka fi’il tsulatsi ini terbagi menjadi 2 macamا:

2. Fi’il Tsulatsi Mujarrad (فِعْلٌ ثُلاَثِيٌّ مُجَرَّدٌ), yaitu fi’il tsulatsi yang belum mendapatkan hurufا tambahan seperti kata حَدُثَ [baru]danحَدَثَ[terjadi].

3. Fi’il Tsulatsi Mazid (فِعْلٌ ثُلاَثِيٌّ مَزِيْدٌ), yaitu fi’il tsulatsi yang sudah mendapatkan hurufاtambahan seperti,

A.أَحْدَثَ[mengadakan, berhadas]; awalan أَ

B.حَدَّثَ[memodernisasi]; mendobel huruf kedua

C.حَادَثَ[bercakap-cakap]; sisipan اْ

D.تَحَدَّثَ[berbicara]; awalanتَـ dan mendobel huruf ke 2ا

Eاِسْتَحْدَثَ[memulai]; awalanاِسْتَـ

4. Fi’il Ruba’i (فِعْلٌ رَبَاعِيٌّ), yaitu kata-kata kerja yang huruf dasarnya berjumlah 4ا buah. Jika dilihat dari ada atau tidaknya tambahan atas huruf-hurufا dasarnya maka fi’il tsulatsi ini terbagi menjadi 2 macam:ا

  • Fi’il Ruba’i Mujarrad (فِعْلٌ رُبَاعِيٌّ مُجَرَّدٌ), yaitu fi’ilruba’i yang belum mendapatkan hurufاtambahan seperti kataدَخْرَجَ[menggulingkan].ا
  • Fi’il Ruba’i Mazid (فِعْلٌ رُبَاعِيٌّ مَزِيْدٌ), информация о полной стоимости кредита по, yaitu fi’il ruba’i yang sudah mendapatkan huruf tambahan sepertikataتَدَخْرَجَ[terguling].ا

Merupakansalah satu keistimewaan dan اkemudahan bahasa Arab adalah mayoritaskata kerjadalam bahasa Arab اberupa fi’il tsulatsi. Jumlahnya hampir mencapai 100% dari keseluruhan katakerja.اSilahkan teliti di dalam kamus Arab-Indonesia yang Anda miliki!ا

Fi’il Berdasarkan Jenis Huruf Penyusunnya

Berdasarkan jenis huruf penyusunnyaا maka fi’il dapat dikelompokkan menjadi:ا

1. Fi’il Shahih (فِعْلٌ صَحِيْحٌ) yaitu fi’il-fi’il yang tersusun dari huruf-huruf sehat bukan huruf-huruf illat. اSecara spesifik fi’il shahih ini bisa dikelompokkan menjadi,ا

  • 1) Fi’il Salim (فِعْلٌ سَالِمٌ) yaitu fi’il shahih yang bebas dari tadh’if (pendobelan huruf) dan hamzah sepertiكَتَبَ[tulis]
  • 2) Fi’il Mudha’af (فِعْلٌ مُضَعَّفٌ) yaitu fi’il shahih yang huruf kedua dan ketiganya sama seperti رَدَّ asalnyaرَدَدَ [tolak]
  • 3) Fi’il Mahmuz (فِعْلٌ مَهْمُوْزٌ) yaitu fi’il shahih yang salah satu huruf penyusunnya berupa huruf hamzah (إ\ أ \ ء). . Dengan melihat letak huruf hamzah dalam fi’il shahih اmahmuz, maka fi’il mahmuz ini dibedakan menjadi,ا

a. Mahmuz Fa (مَهْمُوْزُ الْفَاءِ) yaitu fi’il dengan huruf pertama berupa huruf hamzah sepertأَكَلَ[makan]

b. Mahmuz ‘Ain (مَهْمُوْزُ الْعَيْنِ) yaitu fi’il dengan huruf kedua berupa huruf hamzah seperti سَأَلَ [bertanya]

c.Mahmuz Lam (مَهْمُوْزُ اللَّامِ) yaitu fi’il dengan huruf pertama berupa huruf hamzah sepertiنَشَأَ[tumbuh].

2.Fi’il Mu’tal (فِعْلٌ مُعْتَلٌّ) yaitu fi’il-fi’il yang sebagian huruf penyusunnya berupa huruf ‘illat.اJika dilihat dari posisi huruf ‘illat dalam sebuah fi’il maka fi’il mu’talا ini bisa dibedakan menjadi,

  • Fi’il Mitsal (مِثَالٌ) yaitu fi’il yang huruf pertamanya berupa huruf ‘illat seperti kataوَقَفَ[diam, berdiri]
  • Fi’il Ajwaf (أَجْوَفُ) yaitu fi’il yang huruf keduanya berupa huruf ‘illat seperti kata قَالَ[berkata]
  • Fi’il Naqish (نَاقِصٌ) yaitu fi’il yang huruf pertamanya berupa huruf ‘illat seperti kataدَعَى[menyeru, berdoa]
  • Fi’il Lafif Mafruq (لَفِيْفٌ مَفْرُوْقٌ) yaitu yaitu fi’il yang huruf pertama dan ketiganya berupa huruf ‘illat seperti kata وَقَى [menjaga]
  • Fi’il Lafif Maqrun (لَفِيْفٌ مَقْرُوْنٌ) yaitu fi’il yang huruf kedua dan ketiganya berupa huruf ‘illat seperti kata نَوَى [niat]

Kata Kerja dalam Tinjauan Ilmu Shorof

Latihan: Masukkan kata-kata berikut ke dalam tabel sesuai dengan kelompoknya!

Kata Kerja dalam Tinjauan Ilmu Shorof 2

 

Demikianlah pelajaran kita tentang Kata Kerja Dalam Tinjauan Ilmu Shorof.