Manfaat Bangle untuk Obat Herbal

Manfaat Tanaman Awar Awar sebagai Obat Herbal
Manfaat Tanaman Awar Awar sebagai Obat Herbal
May 14, 2014
Tanaman Baru Cina Obat Herbal Keguguran dan Susah Punya Anak
May 24, 2014

Apa sajakah Manfaat Bangle untuk Obat Herbal? Bangle atau dikenal dengan panglai di daerah pasundan dan di daerah Jawa disebuat bengle merupakan tanaman obat yang tumbuh di daerah Asia tropika dari India sampai Indonesia. Di banyak daerah di pulau Jawa bangle dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari.

Karakteristik Bangle

Manfaat Bangle untuk Obat Herbal

Manfaat Bangle untuk Obat Herbal

Secara ilmiyah bangle adalah Zingiber purpureum Roxb. dengan sinonim: Zingiber cassumunar, Roxb. dan merupakan familia dari: Zingiberaceae. Sebagaimana terlihat pada gambar foto, tanaman bangle ini memliki karakter fisik berikut: Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat.

Manfaat Bangle untuk pengobatan

Tanaman bangle ini memiliki sifat kimiawi rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Mempunyai kandungan minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin, maka bangle juga memiliki efek farmakologis sebagai penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge).

Pada masyarakat umum, Rimpang dan daun dari tanaman bangle di gunakan untuk mengobati penyakit demam, sakit kepala, batuk, perut nyeri, masuk angin, sembelit; sakit kuning, cacingan, reumatik, ramuan jamu, kegemukan, tidak napsu makan, perut terasa penuh, serta mengecilkan perut setelah melahirkan. Berikut ini beberapa contoh penggunaan Bangle untuk keperluan penyembuhan:

1. Demam / masuk angin

  • 15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

2. Perut mules

  • Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

3. Sakit kepala karena demam

  • Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilis pada dahi.

4. Sakit kuning

  • 1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

5. Nyeri sendi (rheumatism)

  • Rimpang segar secukupnya dicuci Ialu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan kebagian sendi yang sakit.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan

  • Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada perut.

7. Cacingan

  • 3 jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu diperas dan disaring. Minum.

8. Radang selaput lendir mata

  • Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, minum.

9. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh

  • Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.
  • 1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4 genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa 1/2-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
  • Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas- remas. Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari

Budidaya Bangle

Di daerah-daerah di pulau Jawa, bangle ini dibudidayakan di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikatBangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

Demikianlah Manfaat Bangle untuk Obat Herbal. Manfaat Bangle untuk Obat Herbal.