Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa

Beasiswa Djarum Beasiswa Pendidikan dari Perusahaan Penyumbang Nikotin
May 24, 2008
15 Resep Pengobatan Menggunakan Madu
15 Resep Pengobatan Menggunakan Madu
March 29, 2009

Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa

Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa

Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa. Beberapa waktu lalu, seorang wartawati dari  harian “Kontan”, sebuah koran bisnis di bawah bendera Kompas Gramedia menelepon saya berbekal hasil surfing dari blog ini. Karena tujuannya adalah wawancara produk teh mahkota dewa Salama Nusantara, maka langsung saja saya persilahkan untuk menghubungi sang pemilik bisnis teh herbal tersebut.

Berikut adalah hasil laporan yang saya kutip langsung dari harian Kontan edisi Rabu, 11 Februari 2009.

Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa

Oleh: Anastasia Lilin Yuliantina, harian Kontan. Mahkota Dewa yang duIu dikenal sebagai tumbuhan keraton, kini sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Khasiatnya untuk kesehatan membuat banyak perusahaan skala besar maupun kecil menengah (UKM) mengolahnya menjadi aneka produk. Salah satunya adalah teh Mahkota Dewa.

Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa

Update: 2017

Dimana beli Teh Mahkote Dewa Salama Nusantara?

  • Hubungi: 0813-9881-8119
  • Harga 50 ribu / box 125 gr. Biaya pengiriman ditanggung pembeli.

Menyeruput Nikmatnya Laba Bisnis Teh Mahkota Dewa


Salah satu daerah yang banyak memproduksi teh Mahkota Dewa adalah Kulonprogo, Yogyakarta. Adalah Maryono, salah seorang perintis teh Mahkota Dewa di daerah tersebut. Di bawah bendera PT Salama Nusantara, Maryono berhasil meraup omzet tebal dan ceruk pasar tehMahkota Dewa. Dalam sehari, omzetnya mencapai Rp 16 juta. Dan omzet segitu, Maryono menikmati laba bersih sekitar 15% sampai 20%.

Maryono mulai menekuni usaha pembuatan teh Mahkota Dewa pada tahun 2004. Tapi, sebetulnya ide menggarap usaha ini sudah muncul di benaknya sejak 2002. Saat itu, seorang saudaranya mengidap kanker rahim. Dokter yang menangani bilang, salah satu cara menyembuhkan penyakit adalah dengan mengonsumsi Mahkota Dewa.

Maryono pun tergerak mencoba membudidayakan tanaman ini. Ia tak sendirian dalam usaha itu. Ia menggandeng para petani setempat dengan model plasma. Menyeruput nikmatnya laba bisnis Teh Mahkota Dewa.

Cara ini, menurut Maryono, jauh lebih menguntungkan, khususnya buat petani. Sebab, para petani benar-benar mengetahui dan merasakan keuntungan bertanam tanaman obat ini. Modal awal Maryono merintis usaha mi Rp 17 juta. “Saya memberikan bibit dan pupuk kepada petani. Selain itu, saya juga menjamin akan membeli hasil panen mereka”, papar Maryono.

Tahun 2003, Maryono mulai memanen tanaman Mahkota Dewa. Namun, ia berpikir, tanaman ini tak akan terlalu diminati jika hanya dijual dalam bentuk potongan kering. Salah satunya karena cara mengonsumsinya tak praktis.

UntungIah, kemudian ia mendapat bantuan dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada untuk meracik Mahkota Dewa menjadi teh. “Bantuan ini datang lewat mahasiswa farmasi UGM yang sedang Kuliah Kerja Nyata di daerah saya,” ujarnya.

Kini, Maryono sudah sukses menjadi produsen teh Mahkota Dewa dengan telah memiliki 150 petani plasma. Setiap hari, para petani ini memasok 300 kilogram (kg) buah MahkotaDewa kering. Maryono membeli buah Mahkota dewa dengan harga Rp 10.000 per kilogram. Menyeruput nikmatnya laba bisnis Teh Mahkota Dewa.

Buah ini menjadi bahan baku utama, selain teh hijau, dan benalu teh. Maryono mengklaim, minuman hasil racikannya ini cocok menyembuhkan diabetes, darah tinggi, asam urat, jantung, kanker, dan ambeien. Kata Maryono, khasiat ini sudah diuji secara medis dan empiris.

Maryono membuat teh Makota Dewa dalam dua kemasan, yakni kardus ukuran 130 gram (gr) dan plastik berisi 100 gr.

Dalam sehari, Maryono bisa menjual 1.000 kemasan kardus dan 1.000 kemasan plastik.

Selama ini, Maryono memasarkan teh Mahkota Dewa ke berbagai daerah di Tanah Air. “Paling banyak ke Batam,” ucapnya. Maryono juga telah mengekspor teh racikannya ini ke Singapura dan Malaysia. “Saya juga pernah mendapat kunjungan langsung Perdana Menteri Suriname pada tahun 2006,” ceritanya.

Ke depan, Maryono ingin mengembangkan lagi minuman hasil racikannya ini. Ia berencana membuat teh Mahkota Dewa dalam bentuk celup. Ia masih membahas rencana ini dengan Fakultas Farmasi UGM. “Sekarang, kami lagi meneliti apakah kandungannya akan berkurang kalau dibuat teh celup,” katanya.  (tulisan: Anastasia Lilin Yuliantina, harian KONTAN edisi Rabu, 11 Februari 2009). Menyeruput nikmatnya laba bisnis Teh Mahkota Dewa.