Multi Budaya Batik Pekalongan

Ada dua daerah utama di Pekalongan yang memproduksi batik: Kedungwuni (Kedoengwoeni) dan Wiradesa. Motif batik Pekalongan lama dipengaruhi oleh Belanda, Islam, & Cina. Belanda mempengaruhi desain Pekalongan karena Belanda telah menjajah Indonesia selama lebih dari 250 tahun. Ketika Belanda menjajah Indonesia, ada seorang legenda pembatik di Pekalongan, yaitu Eliza van Zuylen.

Sebagai kota batik, Pekalongan merupakan tempat dimana batik yang sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa/Belanda memulai kehidupannya. Perusahaan batik Belanda (Belanda) yang tangguh muncul di sini, diikuti oleh bisnis milik Cina & Arab yang juga memproduksi batik Belanda. Antara tahun 1840 & 1940, Pekalongan adalah pusat batik Belanda.

Seperti kota lainnya, ada kota cina di Kedungwuni. Pedagang Cina datang dengan budaya & filosofi mereka. Dalam pembuatan batik, mereka menggunakan budaya Cina seperti burung Hong, naga, dll sebagai motif.

Sumber: https://whatisbatiks.blogspot.com

1 thought on “Multi Budaya Batik Pekalongan”