Registrasi Baru dan Registrasi Ulang Nomor Ponsel
Ini Cara Registrasi Baru dan Registrasi Ulang Nomor Ponsel All Operator
October 19, 2017

Operator Mendukung Registasi SIM Card Menggunakan NIK KTP dan KK

Registasi SIM Card Menggunakan NIK KTP dan KK

Ternyata memang para operator mendukung registasi SIM Card menggunakan NIK KTP dan KK. Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengumumkan adanya peraturan baru terkait registrasi SIM card menggunakan NIK KTP dan KK. Peraturan baru tersebut akan dijalankan mulai 31 Oktober 2017 nanti, dimana mengharuskan pengguna kartu seluler lama untuk registrasi ulang. Peraturan juga berlaku bagi pengguna baru. Menanggapi peraturan anyar tersebut operator telekomunikasi yang ada di Indonesia menyatakan dukungannya.

Adapun sejumlah operator seluler yang telah menyatakan sepakat diantaranya XL Axiata, Telkomsel, dan juga Hutchison Tri Indonesia. Dukungan tersebut kemudian disusul oleh beberapa operator lain seperti Indosat Ooredoo dan Smartfren. Dari pihak operator sendiri mengharapkan adanya dampak positif yang akan didapat, khususnya bagi industri jasa telekomunikasi.

Bila sebelumnya pengguna kartu seluler bisa registrasi dengan menginput nama, tempat tinggal, dan pekerjaan, maka aturan baru lebih ketat. Data-data tersebut dirasa belum cukup kuat untuk validasi. Karenanya pada aturan baru diberlakukan keharusan menginput NIK pada KTP dan KK. Data selanjutkan akan divalidasi oleh pihak operator dan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil) melalui proses real time yang cepat.

Dengan sistem registasi yang baru diharapkan pelanggan kartu prabayar melakukan registrasi secara baik dan benar dengan data valid. Sehingga untuk kedepannya bisa menjadikan industri telekomunikasi jadi lebih baik dan kompetitif atau bersaing secara lebih sehat.

Ini kata operator

Kebijakan baru registrasi ulang menurut pihak operator dapat membantu industri telekomunikasi untuk melakukan verifikasi terhadap pelanggan. Tentunya dengan tujuan seperlu meningkatkan keamanan serta kenyamanan pelanggan itu sendiri. Karenanya sebagai bentuk dukungan, sejumlah operator di Indonesia pun mengaku mengadakan program edukasi yang diberikan kepada pelanggan dan juga mitra retailer terkait aturan baru registrasi ulang kartu prabayar. Sementara untuk cara registrasi ulang atau registrasi baru bisa dilakukan secara mudah.

Cara Registasi SIM Card Menggunakan NIK KTP dan KK

Registrasi kartu seluler bisa dilakukan sendiri dengan mengirim pesan singkat ke nomor 4444. Adapun format SMS didapati berbeda untuk registrasi baru dan registrasi ulang kartu seluler.

Untuk Registrasi Baru

Ketik: NIK#Nomor KK#

Contoh: 0123456789012345#0123456789012345#

Untuk Registrasi Ulang

ULANG#NIK#Nomor KK#

Contoh: ULANG#0123456789012345#0123456789012345#

Proses Registasi SIM Card Menggunakan NIK KTP dan KK secara mandiri bisa juga dilakukan dengan menghubungi call center operator. Khusus untuk pengguna kartu seluler lama diharapkan segera melakukan registrasi ulang pada waktu yang ditetapkan. Yakni mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Bila sampai batas waktu akhir tidak terjadi registrasi, maka pihak operator akan memberikan pemberitahuan dan upaya pemblokiran secara bertahap. Mulai dari memutus sambungan telepon atau SMS pada pemberitahuan pertama, pemberhentian akses penggunaan jaringan data pada tahap kedua, dan pemblokiran untuk tahap akhirnya bila memang tidak dilakukan registrasi.

Tujuan Registrasi Ulang Sistem Baru

Aap tujuan daripada Registasi SIM Card Menggunakan NIK KTP dan KK ini? Sekilas kebijakan baru penggunaan NIK KTP dan KK membatasi penggunaan kartu seluler. Terlebih bagi pengguna yang kerap ganti-ganti kartu perdana untuk sementara waktu. Akan tetapi, aturan baru tersebut dibuat demi meningkatkan keamanan. Karena nomor seluler akan diketahui siapa pemiliknya yang sebenarnya. Registrasi ketat diharapkan mampu memperkecil ruang gerak oknum tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan kartu seluler untuk layanan sms penipuan, spam, atau terorisme.

Setiap konsumen dengan satu NIK bisa mengaktifkan lebih dari tiga nomor. Dimana untuk tiga nomor pertama bisa dilakukan registrasi mandiri melalui SMS. Aktivasi kartu keempat atau selebihnya tetap dimungkinkan, hanya saja pengguna mesti melakukan registrasi di gerai operator yang bersangkutan. Setiap penduduk Indonesia sekarang ini sudah memiliki NIK dalam KK, sehingga sekiranya kebijakan baru ini tidak akan menimbulkan permasalah bagi penduduk. Tidak terkecuali bagi mereka yang belum memiliki E-KTP. Bagi yang belum memiliki KTP dapat menggunakan NIK pada KK, misalnya untuk para pengguna kartu seluler usia di bawah 17 tahun.

Penggunaan NIK dan KK pada proses aktivitasi nantinya akan dikroscek dengan data yang terdapat pada Dukcapil. Dalam hal ini pihak operator mendapat akses mudah untuk mencocokan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per harinya. Akses tersebut hanya untuk melihat data dan bukan untuk mengubahnya. Daya yang bisa dilihat diantaranya seperlu verifikasi NIK, nomor KK, nama, tepat dan tanggal lahir, serta alamat. Sehingga pengguna tidak bisa asal memasukkan nomor atau data pada proses registrasi. Penggunaan KTP atau KK palsu juga tidak dimungkinkan. Kebijakan ini tentu bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya dapat menjadi media membersihkan NIK ganda.

Terkait potensi penyalahgunaan data oleh operator, maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. Pasalnya setiap data penduduk mendapat perlindungan di bawah undang-undang. Adapun penyalahgunaan data penduduk memiliki bobot konsekuensi pidana. Sebenarnya sekarang ini sudah banyak instansi atau lembaga yang menggunakan data kependudukan. Sebut saja seperti Badan Kepegawaian Nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Komisi Pemilihan Umum, Badan SAR Nasional, lembaga perbankan, atau lembaga lainnya.

Save

Save

Save