Dampak Positif Game Online terhadap Nilai Test Ujian Sekolah
August 16, 2016
Bentuk Pakaian Manusia pada 5000 Tahun yang Silam
Bentuk Pakaian Manusia pada 5000 Tahun yang Silam
August 23, 2016

Inilah informasi penemuan terbaru dibidang sains berupa pakaian yang bisa memperbaiki sendiri jika robek. Sesuai dengan kemajuan dan umur peradaban manusia, kini manusia modern telah banyak belajar banyak hal dari alam dan tabiatnya. Alam yang merupakan anugerah Allah SWT, Tuhan penciptanya telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Apa yang terbaru yang manusia kini dapati sebagai pelajaran dari alam?

Sesuatu yang kini manusia dapatkan dari alam adalah penemuan berupa baju atau pakaian yang bisa memperbaiki sendiri jika robek atau rusak.

Beberapa ilmuwan dikabarkan telah menciptakan sebuah metode khusus agar pakaian bisa memperbaiki sendiri ketika robek atau sobek, tanpa perlu si pemilik baju menjahitnya kembali.

Pakaian yang Bisa Memperbaiki Sendiri Jika Robek

Teknologi baju yang bisa memperbaiki sendiri itu bisa diterapkan pada kain katun, linen dan kain wol.

Para ilmuwan yang baru-baru ini menemukan teknologi tersebut berasal dari Pusat Riset Kelautan ( Naval Research Office) di Universitas negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.

Para ilmuwan tersebut, di antaranya adalah Dr Walter Dressick dan Dr Melik Demirel meneliti bagaimana cara hewan cumi-cumi bisa menempel dengan kuat pada sesuatu.

Tim peneliti kemudian menemukan adanya protein pada setiap cincin-cincin gigi yang menutupi slang penghisap pada cumi-cumi.

Protein tersebut ditengarai serupa dengan protein yang ditemukan pada serat sutera yang digunakan laba-laba ketika membuat sarangnya. Baik protein sarang laba-laba dan protein di cincin-cincin penghisap cumi-cumi, keduanya mempunyai kekuatan yang sangat besar dan sngat elastis.

Protein yang ditemukan itu kemudian diujicobakan untuk membuat sebuah elemen pelapisan yang kemudian diaplikasikan pada pakaian manusia.

Setelah diterapkan pada pakaian manusia, kemudian pakaian itu disobek. Ketika pakaian dicelupkan di air, di sekitar bagian yang sobek pada pakaian itu menyambung kembali dengan sendirinya dalam hitungan kurang dari semenit saja.

Tentu saja penemuan teknologi hijau ramah lingkungan itu akan membuat pakaian manusia nantinya akan lebih bisa awet dan tahan lama serta mendatangkan penghematan yang luar biasa.

Penemuan protein untuk pakaian ini pun bisa dipergunakan pada keperluan militer dan perangkat-perangkat bertahan hidup.

Terutama para tentara dan para pendaki gunung akan lebih aman jika menggunakan pakaian dengan bahan protein tersebut, jika terjadi sesuatu yang buruk, perbaikan akan dengan cepat terjadi dan lebih mudah prosesnya.

Profesor Demirel menjelaskan tentang penemuannya bahwa baju dengan lapisan protein itu bentuknya tipis, bahkan kurang dari satu micron, sehingga tidak terlihat pada pakaian dan baju biasa. Meskipun lapisan protein yang tipis, akan tetapi ia dapat meningkatkan kekuatan material yang ditempelinya secara keseluruhan.

Profesor Demirel juga menambahkan bahwa inilah untuk pertama kalinya mereka dan teknologi manusia modern membuat kain yang bisa memperbaiki sendiri (self repairing clothes textiles).

Bayangkan jika industri batik di Indonesia menggunakan teknologi pakaian dengan lapisan protein yang bisa memperbaiki sendiri. Atau jika protein serupa diterapkan pada manusia, apakah seperti di film-film fiksi X-men di mana Wolverine bisa sembuh sendiri ketika terluka? Kita tunggu inovasi sains ini apakah akan bermanfaat bagi umat manusia ataukah akan menimbulkan efek lainnya.

Info ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pakaian yang bisa memperbaiki sendiri jika robek ini bersumber dari: