Jadwal Imsyakiyah Puasa Ramadan 1439h 2018m Kemenag
Jadwal Imsyakiyah Puasa Ramadan 1439h 2018m Kemenag
April 20, 2018
Imsakiyah Ramadan 1440 2019
Imsakiyah Ramadan 1440 2019 Kemenag Bimas Islam Download PDF Jpg HD
April 29, 2019

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik Lebaran 2019 Idul Fitri 1440

inilah beberapa tips safety riding berupa panduan keselamatan berkendara mudik bagi Anda yang merencanakan pulang kampung dengan baik roda 2 maupun 4. Tulisan ini diambil dari buku Panduan Keselamatan Berkendara yang diterbitkan oleh PT Honda Prospect Motor. PT Honda Prospect Motor (HPM) adalah Perusahaan yang bergerak pada bidang industri perakitan mobil. Sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Honda, HPM memiliki komitmen yang tinggi terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja begitu juga keselamatan berlalu-lintas dalam berkendara.

Program keselamatan berlalu-lintas berdasarkan Honda Safety Traffic Policy mencakup program yang berkaitan dengan Mind (E-Learning, Campaign, Mobile Learning, Spanduk, dll); Skill (Safety Riding Training, Safety Driving Training, Test Drive CBU, dll); dan Attitude (Genba Safety Riding, Riding Check, dll). Dalam hal keselamatan berlalu-lintas dalam berkendara, HPM selalu berupaya meningkatkan keselamatan karyawan baik dalam perjalanan keberangkatan atau kepulangan kerja serta pada saat aktivitas pribadi seperti halnya perjalanan pulang mudik selama libur lebaran.

Berdasarkan data perjalanan mudik di Indonesia selama libur lebaran 2018 terdapat 20,86 juta yang terdiri dari 6,39 juta pengendara sepeda motor, 3,72 juta pengendara mobil dan 10,75 juta yang menggunakan transportasi umum, dan berdasarkan data perjalanan mudik karyawan HPM di tahun 2018, sejumlah 3496 karyawan menggunakan sepeda motor, 1324 karyawan menggunakan mobil, dan 2148 karyawan menggunakan transportasi umum.

Dan berdasarkan data karyawan HPM yang melakukan perjalanan keberangkatan dan kepulangan kerja menggunakan sepeda motor hingga Bulan April 2019 terdapat 2165 karyawan yang memiliki tingkat kerentanan yang tinggi untuk mengalami kecelakaan lalu lintas, sehingga dibutuhkan program promosi dan program pencegahan dalam keselamatan berlalu lintas agar dapat terlindungi dengan baik.

Menjelang libur untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri, kami menghimbau kepada seluruh karyawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan pada saat melakukan perjalanan mudik baik yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Peningkatan kepadatan lalu lintas pada saat perjalanan mudik lebaran mengakibatkan peningkatan potensi bahaya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, melalui buku ini kami harap pemahaman keselamatan berlalu-lintas karyawan meningkat serta dapat mengimplementasikannya pada saat diperjalanan, baik dalam perjalanan keberangkatan atau kepulangan kerja serta pada saat aktifitas pribadi, sehingga tercipta suasana berlalu-lintas yang aman, tertib, dan disiplin bagi seluruh pengguna jalan. .

Dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan selama libur lebaran, kami mengimbau kepada seluruh karyawan agar dapat bijaksana dalam menentukan alat transportasi yang digunakan pada saat perjalanan mudik, dan diharapkan seluruh karyawan maupun keluarganya selalu dalam keadaan sehat dan selamat. UTAMAKAN KESELAMATAN. KESELAMATAN CERMINAN PERILAKU KITA.

Daftar Isi Artikel

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Pada artikel ini Anda akan membaca mengenai beberapa hal tentang Panduan Keselamatan Berkendara Mudik Lebaran 2019 Idul Fitri 1440

  1. Kategori Kendaraan Pribadi dan Transportasi Umum
  2. Fasilitas Lalu-lintas
    • Alat Pemberi Isyarat Lalu-lintas
    • Rambu-rambu Lalu-lintas
    • Marka Jalan
    • Alat Pembatas Kecepatan
    • Alat Pengarah Lalu-lintas
  3. Persyaratan Umum Keselamatan Berkendara
    • Kelengkapan surat berkendara
    • Pemeriksaan Kondisi Kendaraan Secara Rutin
  4. Keselamatan Berkendara Sepeda Motor
    • Alat Pelindung Diri saat Berkendara Sepeda Motor
    • Persyaratan Keselamatan Perlengkapan Sepeda Motor
  5. Keselamatan Mengemudikan Mobil
    • Persyaratan Keselamatan Perlengkapan Mobil
    • Persyaratan Teknis Pada Mobil
  6. Keselamatan Penumpang Transportasi Umum
    • Persyaratan Keselamatan yang Harus Dilengkapi Transportasi Umum
    • Tips Sehat, Selamat, dan Aman sebagai Penumpang Transportasi Umum
  7. Persiapan Sebelum Perjalanan Jauh
    • Persiapan Seminggu Sebelum Perjalanan Jauh
    • Persiapan Sesaat Sebelum Perjalanan Jauh
    • Rumah Aman saat Ditinggal Perjalanan Jauh
  8. Tips Keselamatan Berkendara
    • Posisi Ergonomis saat Berkendara
    • Antisipasi terhadap Posisi Blindspot
    • Mendahului Kendaraan Lain di Depan dengan Benar
    • Antisipasi Jalan Rusak
    • Kenali Batas Kecepatan
    • Perhatikan Jarak Aman Berkendara
    • Mengatasi Micro Sleep dan Kelelahan
    • Mengatasi Cuaca Hujan
    • Waspada saat Berkendara di Malam Hari
    • Fokus saat Berkendara
  9. Kontak Darurat
    • Kontak Penting PT Honda Prospect Motor
    • Kontak Darurat Instansi
    • Kontak Kepolisian Resor
    • Kontak Rumah Sakit
  10. Daftar Pustaka

1. Kategori Kendaraan Pribadi dan Transportasi Umum

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Sepeda Motor

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Sepeda motor adalah kendaraan darat beroda 2 yang digerakkan oleh mesin. Sepeda motor merupakan kendaraan yang sangat praktis, hemat bahan bakar dan harganya terjangkau.

Mobil

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Mobil adalah kendaraan darat beroda 4 yang digerakkan oleh mesin. Mobil juga banyak digunakan oleh masyarakat karena sangat nyaman dan dapat memuat 2-7 penumpang.

Bus

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Bus adalah alat transportasi darat beroda 4 atau 8 (4×2) yang digunakan untuk mengangkut 20-50 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Kereta Api

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Kereta api adalah alat transportasi umum yang berjalan di atas rel. Kereta api terdiri dari 1 lokomotif dan 8 – 10 gerbong dalam sekali perjalanan. Dalam setiap gerbong dapat mengangkut 50 – 106 penumpang.

Pesawat Terbang

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Pesawat terbang adalah alat transportasi umum yang beroperasi di udara. Pesawat terbang merupakan moda transportasi alternatif yang dapat menempuh perjalanan dengan jarak jauh dalam waktu sangat singkat.

Kapal Feri

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Kapal Feri adalah alat transportasi laut jarak dekat untuk membantu penyeberangan antar pulau, dan danau.

2. Fasilitas Lalu-lintas

Alat Pemberi Isyarat Lalu-lintas (APILL)

  • Warna Merah

Menyatakan kendaraan harus menghentikan kendaraan

  • Warna Kuning

Menyatakan harus berhati-hati dan memelankan kendaraan

  • Warna Hijau

Menyatakan kendaraan dapat melanjutkan perjalanan

2.2 Rambu-rambu Lalu-lintas

Rambu Lalu-lintas terbagi menjadi 4, yaitu:

1. Rambu Petunjuk

Rambu yang memberikan petunjuk atau keterangan kepada pengemudi atau pemakai jalan lainnya, tentang jarak yang harus ditempuh atau letak kota yang akan dituju lengkap dengan nama dan arah letak itu berada

2. Rambu Peringatan

Rambu yang digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan adanya bahaya di jalan atau tempat berbahaya pada jalan

3. Rambu Perintah

Rambu yang bertujuan untuk memerintahkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas tertentu

4. Rambu Larangan

Rambu ini untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh Pengguna Jalan

Marka Jalan

A. Marka Membujur

Membujur Garis Utuh

Pengertian / Fungsi:

  • Larangan melintasi garis
  • Tanda tepi lajur lalu-lintas
Membujur Garis Putus-putus

Pengertian / Fungsi:

  • Mengarahkan lalu-lintas
  • Boleh melewati garis pada saat mendahului atau berbelok
Membujur 2 Garis Utuh

Pengertian / Fungsi:

  • Kendaraan dari 2 jalur tidak boleh melintasi garis tersebut
Membujur Garis Utuh dan Putus-putus

Pengertian / Fungsi:

  • Kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis
  • Kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus boleh melintasi garis
Membujur Peringatan

Pengertian / Fungsi:

  • Peringatan adanya pemisah jalur / lajur atau tikungan tajam di depan

B. Marka Melintang

Melintang Garis Utuh

Pengertian / Fungsi: Kendaraan wajib berhenti di belakang garis apabila terdapat rambu STOP atau Alat Pemberi Isyarat Lalu lintas (APILL) berwarna merah

Melintang Garis Putus-putus

Pengertian / Fungsi: Kendaraan wajib mengutamakan kendaraan lain yang berbelok atau memasuki jalur ke arah pengendara

C. Marka Serong

  • Pola Chevron untuk Lalu-lintas 1 arah
  • Pola Garis Miring untuk Lalu-lintas 2 arah

Pengertian / Fungsi:

  • Penanda daerah yang tidak boleh dimasuki / dilalui kendaraan
  • Pemberitahuan awal akan ada pemisahan / percabangan jalan
  • Pemberitahuan awal / akhir akan melalui pulau lalu lintas atau median jalan

D. Marka Lambang

  • Marka Panah
  • Marka Gambar
  • Marka Segitiga Prioritas
  • Marka Tulisan

Pengertian / Fungsi:

  • Menginformasikan kepada pengguna jalan tentang perintah atau petunjuk yang tidak dapat dinyatakan dalam rambu-rambu
  • Pengulangan perintah yang telah dinyatakan pada rambu-rambu agar pengguna jalan lebih waspada

E. Marka Kotak Kuning

  • Di Persimpangan
  • Di Lokasi Tertentu

Pengertian / Fungsi:

  • Menyatakan kendaraan dilarang berhenti di dalamkotak kuning di dalam kondisi apapun
  • Menyatakan area bebas antrian kendaraan pada lokasi akses jalan keluar masuk kendaraan menuju instalasi gawat darurat, pemadam kebakaran, SAR, dan ambulance.

F. Marka Lain

  • Penyeberangan jalan
  • Penyeberang Sepeda
  • Larangan Parkir
  • Perlintasan Kereta api
  • Lajur Sepeda
  • Lajur Bus
  • Lajur Sepeda Motor
  • Arah Evakuasi
  • Lajur Pariwisata

Pengertian / Fungsi:

  • Menginformasikan kepada pengguna jalan tentang perintah atau petunjuk yang tidak dapat dinyatakan dalam rambu-rambu
  • Pengulangan perintah yang telah dinyatakan pada rambu-rambu agar pengguna jalan lebih waspada

Alat Pembatas Kecepatan

Alat pembatas kecepatan dipasang untuk mencegah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau memerintahkan kendaraan unuk memperlambat laju kendaraannya

  • Polisi Tidur
  • Pita Penggaduh

Alat Pengarah Lalu-lintas

  • Paku Jalan
  • Cone
  • Delineator
  • Pulau Lalu-lintas (Pemisah jalan)

3. Persyaratan Umum Keselamatan Berkendara

Kelengkapan surat berkendara

Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Mobil, Motor maupun Bus

Fungsi STNK :

  • Identitas kepemilikan kendaraan bermotor
  • Bukti kendaraan telah lolos tes fisik kelayakan
  • Memudahkan proses identifikasi saat kecelakaan

Surat Izin Mengemudi (SIM)

Fungsi SIM :

  1. Identitas pengendara kendaraan bermotor
    • SIM A: Untuk pengemudi mobil penumpang dan barang maksimal 3.500 kg
    • SIM B I: Untuk pengendara mobil Penumpang dan barang minimal 3.500 kg
    • SIM B II: Untuk pengendara kendaraan alat berat, atau kendaraan gandeng
    • SIM C : Untuk Pengendara Sepeda Motor
    • SIM D : Untuk Pengendara penyandang cacat
  2. Bukti memiliki kemampuan berkendara
  3. Memudahkan proses identifikasi saat kecelakaan

Pemeriksaan Kondisi Kendaraan Secara Rutin

A. Servis kendaraan secara rutin di bengkel resmi

  1. Ganti oli mesin untuk sepeda motor setiap 2.500 – 3.000 km atau 2 bulan sekali, sedangkan mobil setiap 10.000 km atau 6 bulan
  2. Ganti oli gardan setiap 2X penggantian oli mesin
  3. Ganti air radiator (coolant) setiap 9.000 – 12.000 atau 6 – 12 bulan tergantung intensitas pemakaian
  4. Pengecekan emisi gas buang
  5. Akurasi speedometer, maksimal penyimpangan 15% pada kecepatan 40 km/jam
  6. Pancaran cahaya lampu utama, standar 12.000 cd
  7. Tingkat suara klakson, standar 90 – 118 dB(A)
  8. kebisingan kendaraan, standar maksimal 83 dB(A)
  9. Efisiensi rem 60% dari gaya kendali yang lebih kecil dari 500 Newton
  10. Pemeriksaan tekanan ban, standar ban depan sepeda motor 28-30 psi, sedangkan ban belakang 33-36 psi. Untuk standar ban mobil MPV 30-32 psi, sedangkan sedan 28-30 psi.

B. Pemeriksaan visual kondisi kendaraan sebelum digunakan

  1. Tekan permukaan ban dan pastikan tekanan ban cukup
  2. Pastikan ketebalan ulir tengah ban tidak kurang dari 1 mm
  3. Tuas rem dan kopling sesuai kenyamanan pengendara pada saat menekan tuas
  4. Posisi Spion mengarah ke obyek belakang
  5. Klakson dapat terdengar keras
  6. Lampu-lampu dapat berfungsi dengan baik
    • Lampu Posisi Depan Jauh dan Dekat
    • Lampu Posisi Belakang dan lampu rem
    • Lampu petunjuk arah belok
  7. Isi bahan bakar hingga cukup menjangkau tempat tujuan

4. Keselamatan Berkendara Sepeda Motor

Alat Pelindung Diri saat Berkendara Sepeda Motor

A. Helm Berstandar SNI

  • Terdapat pengunci dagu dan kaca pelindung
  • Digunakan pengendara dan pembonceng

B. Masker

  • Menutup hidung dan mulut
  • Dapat bernafas dengan nyaman

C. Baju dan Jaket

  • Gunakan baju yang nyaman
  • Bahan tidak mudah sobek
  • Berwarna terang

D. Sarung Tangan

  • Menutupi jari dan badan tangan
  • Bahan tidak mudah sobek

E. Celana

  • Panjang menutup mata kaki
  • Bahan tebal dan nyaman

F. Sepatu

  • Menutupi mata kaki
  • Bahan tidak mudah sobek
  • Bahan tidak licin

Persyaratan Keselamatan Perlengkapan Sepeda Motor

  1. Ban sesuai standar pabrikan
  2. Velg sesuai standar pabrikan
  3. Tuas rem dan kopling berfungsi dengan baik
  4. Spion lengkap dengan kaca terpasang di sisi kanan dan kiri
  5. Klakson berbunyi dengan jelas
  6. Sislem lampu:
    • Lampu posisi depan, jauh dan dekat berwarna putih atau kuning muda
    • Lampu posisi belakang dan lampu rem berwarna merah
    • Lampu isyarat belok berwarna kuning tua dan menyala kelap kelip
  7. Speedometer dan Odometer berfungsi dengan baik
  8. Gunakan Helm berlabel SNI
  9. Knalpot sesuai standar pabrikan
  10. Plat nomor terpasang di depan dan belakang
  11. Sistem suspensi sesuai standar pabrikan

5. Keselamatan Mengemudikan Mobil

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Persyaratan Keselamatan Perlengkapan Mobil

  • Safety Seat Belt
  • Segitiga Hazard
  • Ban Cadangan
  • Tool kit Mobil
  • Kotak P3K
  • Chucky / Pemecah Kaca
  • APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Persyaratan Teknis Pada Mobil

  • Lampu posisi depan, jauh dan dekat berwarna putih atau kuning muda
  • Lampu isyarat belok berwarna kuning tua dan menyala kelap kelip
  • Lampu posisi belakang dan rem berwarna merah
  • Lampu Hazard menyala warna kuning di 4 sisi & berkelap kelip
  • Klakson berbunyi dengan jelas
  • Knalpot sesuai standar pabrikan
  • Ban dan velg sesuai standar pabrikan
  • Speedometer dan Odometer berfungsi dengan baik
  • Spion kanan & kiri & berfungsi dengan baik
  • Plat nomor terpasang di depan dan belakang
  • Sistem rem berfungsi dengan baik
  • Wiper system berfungsi dengan baik
  • Jendela dapat dibuka / tutup

6. Keselamatan Penumpang Transportasi Umum

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Persyaratan Keselamatan yang Harus Dilengkapi Transportasi Umum

  1. Uji Kelayakan Operasional
  2. Pengemudi memiliki Surat ijin Mengemudi (SIM) dan Izin Operasi sesuai kendaraan yang dioperasikan
  3. Tersedia mekanik yang siap saat terjadi kerusakan pada kendaraan
  4. Tersedia Fasilitas Kesehatan dan Keselamatan:
    1. Kotak P3K
    2. Segitiga Hazard
    3. Ban Cadangan
    4. Tool kit Mobil
    5. Chucky / Pemecah Kaca
    6. APAR

Tips Sehat, Selamat, dan Aman sebagai Penumpang Transportasi Umum

  • Gunakan alat transportasi umum bila hendak menempuh perjalanan lebih dari 8 jam
  • Biaya perjalanan relatif lebih murah, tidak perlu mengeluarkan uang untuk pembelian bahan bakar
  • Pengemudi bus berpengalaman berkendara di malam hari
  • Tidak kelelahan berlebih saat terjadi kemacetan
  • Dapat beristirahat bila mengantuk atau kelelahan
  • Pilih biro perjalanan yang memberikan asuransi keselamatan atau kesehatan
  • Bawa barang secukupnya, maksimal 20 kg
  • Apabila membawa koper sebaiknya digembok
  • Jangan bawa benda berharga yang berlebihan
  • Obat pribadi, snack, minuman, serta kebutuhan darurat lainnya dimasukkan di kabin
  • Jangan berbicara atau menerima barang, makanan / minuman dari orang yang tidak dikenal yang berperilaku mencurigakan.

7. Persiapan Sebelum Perjalanan Jauh

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Persiapan Seminggu Sebelum Perjalanan Jauh

  • Jaga kesehatan tubuh dengan makan teratur dan istirahat yang cukup
  • Periksa kondisi kesehatan anak ke Dokter Spesialis
  • Kemasi baju yang akan digunakan, jangan membawa beban dan barang berharga berlebihan
  • Ajak teman/keluarga untuk menempuh perjalanan bersama

Persiapan khusus pengendara kendaraan pribadi :

  • Full service kendaraan yang akan digunakan
  • Pelajari rute perjalanan yang akan dilewati dan dituju
  • Lengkapi kendaraan anda dengan perlindungan keamanan tambahan seperti kunci ganda atau alarm

Persiapan khusus penumpang transportasi umum :

  • Pesan tiket sesua tujuan yang dikehendaki

Persiapan Sesaat Sebelum Perjalanan Jauh

  • Tidur yang cukup (minimal 6 jam) sebelum perjalanan
  • Makan makanan bergizi dan minum manis secukupnya serta minum vitamin jika dibutuhkan
  • Persiapkan bekal secukupnya untuk dibawa saat perjalanan
  • Pakai baju yang longgar dan nyaman digunakan
  • Bawa obat darurat dan obat khusus jika memiliki riwayat penyakit khusus
  • Bawa uang secukupnya dan alat komunikasi, pastikan terdapat pulsa dan data internet yang cukup
  • Isi penuh bahan bakar kendaraan jika hendak menggunakan kendaraan pribadi
  • Cek kembali kondisi kendaraan secara visual
  • Persiapkan peralatan GPS yang dioperasikan penumpang anda sebagai alat navigasi
  • Informasikan kepada keluarga anda bahwa anda hendak menempuh perjananan
  • Berdoa selalu agar mendapatkan kelancaran dan keselamatan selama perjalanan

Rumah Aman saat Ditinggal Perjalanan Jauh

  • Matikan keran air dan kosongkan bak mandi / ember
  • Matikan aliran listrik pada steker dan stop kontak, tetapi tetap nyalakan lampu teras dan ruang tamu
  • Cabut selang tabung gas
  • Simpan barang berharga di tempat yang aman dan terkunci
  • Pastikan semua pintu terkunci dan bawa kunci tersebut
  • Berpamitan kepada petugas keamanan (security) serta Ketua RT dan informasikan bahwa anda hendak menempuh perjalanan jauh
  • Pasang perlindungan tambahan pada kendaraan yang ditinggalkan, seperti gembok atau alarm
  • Gunakan alarm atau CCTV jika diperlukan

8. Tips Keselamatan Berkendara

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Posisi Ergonomis saat Berkendara

A. Saat Berkendara Sepeda Motor

  1. Pandangan mata lurus ke arah yang akan dituju untuk mengidentifikasi kondisi lalu lintas di depannya
  2. Pundak dalam keadaan rileks
  3. Punggung dalam keadaan rileks, tidak tegang atau membungkuk
  4. Siku tangan dalam keadaan rileks dan sedikit menekuk, tidak lurus tegang dan telalu menyudut
  5. Tangan
    • Jari-jari tangan menggenggam grip kemudi yang memungkinkan untuk dapat dengan mudah mengendalikan pemutar gas dan menjaga kestabilan,
    • kedua jari (jari telunjuk dan tengah) leluasa dalam mengendalikan tuas rem tangan dan tuas kopling,
    • Ibu jari leluasa dalam mengendalikan instrument kelistrikan
  6. Pinggul dan pantat duduk dengan posisi stabil dan nyaman
  7. Posisikan lutut sejajar dengan leg shield (untuk tipe motor automatic dan motor bebek) atau secara ringan menekan body firing (untuk tipe motor sport)
  8. Letakkan bagian tengah telapak kaki pada bagian tengah foot step, jari kaki menghadap ke depan, ibu jari kaki secara ringan berada di atas pedal rem dan pedal pemindah posisi persneling

B. Saat Mengemudikan Mobil dan Menjadi Penumpang

  1. Mengatur Ruang Kaki
    • Sudut lutut > 90o
    • Paha rileks dan kaki dapat bergerak bebas
  2. Permukaan Tempat Duduk
    • Pantat dan paha mendatar secara merata
  3. Kemiringan Tempat duduk
    • Sudut pada pinggul membentuk 100 – 110o
  4. Ketinggian Tempat Duduk
    • Atur ketinggian tempat duduk hingga dapat leluasa melihat jalan
  5. Penopang Punggung
    • Tambahkan penopang punggung yang lunak mengikuti lekukan tulang punggung

Antisipasi terhadap Posisi Blindspot

Blind spot adalah area yang tidak dapat terlihat oleh suatu pengendara. Safety spot adalah area yang dapat terlihat oleh suatu pengendara.

  1. Kenali jenis kendaraan di depan anda dan identifikasi posisi di mana saja yang tidak dapat terlihat (Blind Spot) oleh pengendara di depan anda
  2. Berkendara pada posisi “Safety Spot” dan hindari posisi “Blind Spot
  3. Jaga jarak dengan kendaraan di depan dan waspadai lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup kendaraan di depan anda
  4. Jika ingin mendahului kendaraan di depan, nyalakan lampu isyarat dan bunyikan klakson.
  5. Waspadai tikungan mendadak, lihat lampu isyarat kendaraan di depan anda sebelum mendahuluinya

Mendahului Kendaraan Lain di Depan dengan Benar

  1. Posisikan kendaraan di sisi kanan lajur
  2. Jaga jarak dengan kendaraan di depannya
  3. Prioritaskan kendaraan di depan apabila hendak berbelok atau berpindah jalur / lajur
  4. Pastikan terdapat ruang kosong untuk mendahului
  5. Turunkan 1 tingkat gigi transmisi / persneling
  6. Nyalakan lampu isyarat belok kanan, bunyikan klakson dan lampu dim (high beam)
  7. Masuki lajur / jalur yang hendak digunakan untuk mendahului

Antisipasi Jalan Rusak

  • Pilih rute perjalanan yang dikuasai
  • Turunkan kecepatan pada daerah yang banyak kerusakan jalan dan jaga konsentrasi berkendara
  • Hindari lubang yang tertutup genangan air
  • Jangan terlalu dekat dengan kendaraan di depannya
  • Jika lubang jalan terlihat dangkal, pelankan laju kendaraan dan tetap arahkan kendaraan pada jalan yang rusak tersebut
  • Jika lubang jalan terlihat dalam, arahkan kendaraan ke jalan yang lebih baik atau dengan kerusakan dangkal

Kenali Batas Kecepatan

Perhatikan Jarak Aman Berkendara

Kecepatan Jarak Minimal Jarak Aman
30 Km / jam 15 Meter 30 Meter
40 Km / jam 20 Meter 40 Meter
50 Km / jam 25 Meter 50 Meter
60 Km / jam 40 Meter 60 Meter
70Km / jam 50 Meter 70 Meter
80 Km / jam 60 Meter 80 Meter
90 Km / jam 70 Meter 90 Meter
100 Km / jam 80 Meter 100 Meter

Mengatasi MicrSleep dan Kelelahan

  • Kondisi tubuh selalu fit dan tidak mengantuk
  • Bila mengantuk, segera menepi dan basuh muka dengan air
  • Jangan lupa makan secukupnya dan minum cukup air
  • Sediakan pengemudi cadangan, bila perjalanan lebih dari 150 km
  • Setiap 4 jam perjalanan, menepi untuk beristirahat atau mengemudi secara bergantian

Mengatasi Cuaca Hujan

  • Nyalakan Lampu Depan dan Lampu Kabut (Fog)
  • Selalu Periksa kondisi dan tekanan Ban
  • Kurangi Kecepatan
  • Jaga Jarak Aman
  • Waspadai Genangan Air

Waspada saat Berkendara di Malam Hari

  • Selalu periksa kondisi kelayakan kendaraan
  • Jangan berkendara larut malam
  • Selalu nyalakan lampu depan
  • Atur jarak aman dengan kendaraan di depannya
  • Ikuti batas kecepatan yang direkomendasikan
  • Gunakan rute yang biasa dilalui
  • Waspadai lubang jalan dan genangan air
  • Jika mengantuk, beristirahatlah di tempat peristirahatan dan basuh mata dengan air apabila hendak melanjutkan perjalanan
  • Jika kelelahan menepi sejenak dan minum air secukupnya
  • Gunakan alat pelindung berkendara helm dan jaket
  • Hindari daerah rawan kriminalitas dan penerangan kurang

Fokus saat Berkendara

  • Kondisi tubuh selalu sehat dan fit
  • Bila mengantuk, segera menepi dan basuh muka dengan air
  • Jangan menggunakan alat komunikasi
  • Gunakan Kaca Mata jika dibutuhkan
  • Jika ingin menggunakan peralatan GPS, menepi dan berhenti sejenak ke bahu jalan atau minta bantuan penumpang untuk melakukan navigasi
  • Jangan melakukan aktivitas yang mengurangi fokus berkendara, seperti mendengarkan musik dengan headset, merokok, minum alkohol / obat-obatan yang membuat mengantuk dan mengobrol dengan pengendara lain

9. Kontak Darurat

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

Kontak Darurat Instansi

  • Nomor Darurat Polisi: 110
  • Nomor Darurat Ambulans: 118/119
  • Nomor Darurat SAR: 115
  • Nomor Darurat Posko bencana alam: 129
  • Nomor Darurat PLN: 123
  • Nomor Darurat Pemadam Kebakaran: 113/1131
  • Nomor Darurat untuk telepon seluler: 112

Kontak Kepolisian Resor

Jalur Utara

  • Polres Cilegon: (0254) 391 024
  • Polresta Serang: (0254) 205 444
  • Polres Tangerang: (021) 552 3003
  • Polres Tangerang Selatan: (021) 295 22262
  • Polres Jakarta Barat: (021) 530 0330
  • Polres Jakarta Utara: (021) 439 31017
  • Polres Jakarta Timur: (021) 819 2262
  • Polres Jakarta Selatan: (021) 720 6004
  • Polrestabes Jakarta Pusat: (021) 819 2262
  • Polres Karawang: (0267) 861 6994
  • Polres Indramayu: (0234) 272 708
  • Polres Cirebon: (0231) 205 179
  • Polres Tegal: (0283) 492 003
  • Polres Pekalongan: (0285) 421 692
  • Polresta Semarang: (024) 692 5405
  • Polres Salatiga: (0298) 324 172
  • Polres Kudus: (0291) 433 008
  • Polres Tuban: (0356) 322 022
  • Polresta Surabaya: (031) 352 6011
  • Polres Mojokerto: (0321) 323 862
  • Polres Pasuruan: (0343) 424 056
  • Polres Probolinggo: (0335) 842 110
  • Polres Situbondo: (0338) 671 505

Jalur Selatan

  • Polres Depok: (021) 752 0535
  • Polres Bogor: (021) 875 0163
  • Polres Sukabumi: (0266) 624 8110
  • Polres Cimahi: (022) 663 4299
  • Polresta Bandung: (022) 858 71980
  • Polres Tasikmalaya: (0265) 541 345
  • Polres Banjar: (0265) 745 943
  • Polres Ciamis: (0265) 771 110
  • Polres Cilacap: (0282) 541 110
  • Polres Kebumen: (0287) 383 705
  • Polres Magelang: (0293) 313 134
  • Polres Kulon Progo: (0274) 773 110
  • Polresta Yogyakarta: (0274) 543 920
  • Polres Sleman: (0274) 868 410
  • Polres Gunung Kidul: (0274) 391 410
  • Polres Bantul: (0274) 367 570
  • Polres Klaten: (0272) 321 234
  • Polres Surakarta: (0271) 712 600
  • Polres Madiun: (0351) 454 711
  • Polres Kediri: (0354) 699 374
  • Polres Blitar: (0342) 814 314
  • Polres Batu: (0341) 599 045
  • Polres Malang: (0341) 364 211
  • Polres Jember: (0331) 484 285

Kontak Rumah Sakit

  • RSUD Cilegon: (0254) 330 461
  • RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang (0254) 200 787
  • RSUD Tangerang: (021) 297 20200
  • RSUD Tangerang Selatan: (021) 747 18440
  • RSUD Cengkareng Jakarta Barat: (021) 543 72882
  • RSUD Koja Jakarta Utara: (021) 439 08923
  • RSUD Kramat Jati Jakarta Timur: (021) 877 91352
  • RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan: (021) 290 59999
  • RSUD Tarakan Jakarta Pusat: (021) 350 3003
  • RSUPN dr Cipto Mangunkusumo: (021) 150 0135
  • RSUD dr. Chasbulah Abdulmadjid Bekasi (021) 884 1005
  • RSUD Karawang: (0264) 640 444
  • RSUD Indramayu: (0234) 272 655
  • RSUD Gunung Jati Cirebon: (0231) 206 330
  • RSUD Depok: (0251) 860 2514
  • RSUD Bogor: (0251) 831 2292
  • RSUD Sukabumi: (0266) 225 180
  • RSUD Cimahi: (022) 665 2025
  • RSUD Bandung: (022) 781 1794
  • RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya: (0265) 331 683
  • RSUD Banjar: (0265) 741 032
  • RSUD Kardinah Tegal: (0283) 356 067
  • RSUD Kraton Pekalongan: (0285) 423 523
  • RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang: (024) 671 1500
  • RSUD Salatiga: (0298) 324 074
  • RSUD Tidar Magelang: (0293) 362 463
  • RSPN Dr. Sardjito: (0274) 631 190
  • RSUD Dr. Moewardi Surakarta: (0271) 715 300
  • RSUD Dr. Soedono Madiun: (0351) 454 657
  • RSUD Gambiran Kediri: (0354) 281 0000
  • RSUD Mardi Waluyo Blitar: (0342) 801 118
  • RSUD Karsa Husada Batu: (0341) 596 898
  • RSUD Dr. Saiful Anwar Malang: (0341) 754 338
  • RSUD Dr. Wahidin Mojokerto: (0321) 321 661
  • RSUD Dr. Soetomo Surabaya: (031) 550 1078
  • RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan: (0343) 421 073
  • RSUD Dr. M. Saleh Probolinggo: (0335) 433 119

10. Daftar Pustaka

Panduan Keselamatan Berkendara Mudik

  1. Undang-undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  2. Undang-undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 37 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 Tahun 2006 Tentang Jalan
  6. Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 82 Tahun 2018 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan
  7. Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 34 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan
  8. Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 13 Tahun 2014 Tentang Rambu Lalu Lintas
  9. Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 49 Tahun 2014 Tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
  10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 04 Tahun 2006 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru
  11. Peraturan Kepala Kepolisian RI No. 9 Tahun 2012 Tentang Surat Izin Mengemudi (SIM)
  12. SNI Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda 2
  13. Data Dinas Perhubungan Republik Indonesia