Pemerintah Mengakali Perokok dan Industri Rokok

Minyak Aroma Therapi Arofah Care Akar Zaitun Diabetes
Minyak Aroma Therapi Arofah Care Akar Zaitun Diabetes Madu Khusus Balita Jasmine
October 12, 2012
Cara Mengadukan Rumah Sakit yang Menolak Pasien Miskin
May 18, 2013

Pemerintah Mengakali Perokok dan Industri Rokok

Pemerintah mengakali perokok sekaligus industrinya melalui pengesahan UU tentang Tembakau. Ini adalah berita buruk bagi perokok, industri rokok, sekaligus berita baik bagi penggiat anti rokok, pun bagi saya sebagai non perokok.

Inilah Peraturan Terbaru Pemerintah terhadap Industri Tembakau. Pemerintah Mengakali Perokok dan Industri Rokok. Secara diam-diam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menanda-tangani PP / Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau di Jakarta pada tanggal 24 Desember 2012 yang lalu.

Pemerintah Mengakali Perokok dan Industri Rokok

Pemerintah Mengakali Perokok dan Industri Rokok

8 Januari kemarin secara formal informasi tentang PP No 109/2012 ini yang terkait Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan telah bisa diakses di situs resmi sekretariat Negara, klik di sini. Untuk mendownload PP ini, klik di sini.

PP yang pada perjalanannya pernah muncul kasus lenyapnya ayat-ayat tembakau ini seharusnya disahkan tahun lalu setelah UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan disahkan.

Sebagaimana dikutip health.detik.com, sepatutnya pengendalian rokok menjadi lebih tegas dengan PP PP No 109/2012 ini.

Salah satu imbasnya nanti adalah spasi peringatan bahaya rokok pada kemasan rokok menjadi lebih besar, yakni 40 persen. Penggunaan istilah “Mild, Low Tar, Light dan sebagainya akan dilarang. Aturan lain adalah wajibnya menyisipan kalimat “dilarang menjual atau memberi kepada anak berusia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil” (pasal 21, a).

Berita buruknya bagi perokok adalah meningkatnya harga rokok, alias jadi mahal, sebab produsen rokok dilarang membuat produk dalam kemasan berisi kurang dari 20 batang (pasal 13 ayat 1).

Terserah pada pilihan anda tentu, terus merokok atau mulai berkomitmen mengurangi hobi sia-sia anda itu.

Silahkan protes..