WhatsApp Update Terbaru Seperti Snapchat
WhatsApp Update Terbaru Seperti Snapchat Bikin Anda bisa Mengutak Atik Foto dan Berbagi Link Group
October 21, 2016
Kartu Prabayar Wajib Registrasi Ulang
Pelanggan Kartu Prabayar Wajib Registrasi Ulang dengan NIK KTP dan KK
October 18, 2017

Privasi Berbagi Data WhatsApp dan Facebook Paling Aman dengan Enkripsi Terbaik?

Privasi berbagi data WhatsApp

Apa sajakah platform chatting paling aman untuk saat ini? Mungkin jawabannya adalah WhatsApp dan Facebook Messenger. Bagaimana privasi berbagi data WhatsApp dan Facebook? Apakah keduanya memang benar paling aman? Ya, WA dan FB Messenger sekarang ini bisa jadi dua aplikasi chatting paling aman. Begitupun anggapan Amnesty International. Akan tetapi beberapa orang dari komunitas teknologi ternyata skeptis dengan anggapan Amnesty International tersebut.

Amnesty memberi Facebook dan WhatsApp nilai 73 dari 100. Itu adalah nilai tertinggi. Dengan demikian keduanya memiliki tingkat keamanan yang sama ketika digunakan dalam berbagi data.

Privasi berbagi data WhatsApp

Privasi berbagi data WhatsApp

Khusus WhatsApp, aplikasi ini sedikit berbeda karena satu-satunya aplikasi yang secara langsung mengingatkan penggunanya bahwa enkripsi end-to-end tidak diterapkan ketika proses chatting berlangsung.

Bagi Facebook juga ada beberapa kritik terutama karena tidak diterapkan enkripsi maksimal decara default. Facebook sendiri juga tidak memberitahukan pengguna bahwa Facebook ada sedikit celah ketidak-amanannya. Mengapa Facebook begitu? Karena Facebook tetap mengumpulan data dari chatting penggunanya untuk kepetingan iklan.

Adapun privasi berbagi data WhatsApp lebih bagus. WhatsApp mengintegrasikan enkripsi end-to-end ke dalam aplikasi. Enkripsi yang baik tentunya memastikan bahwa pesan hanya bisa dibaca oleh orang yang mengirim dna menerima pesan tersebut. WhatsApp pernah memblokir Brazil karena dulu pejabat setempat menginginkan untuk bisa membaca pesan setiap pengguna WhatsApp.

Dan kini WhatsApp mendapatkan kritik dari kelompok teknologi lain, di antaranya adalah Electronic Frontier Foundation. Organisati itu bahkan telah memberikan peringatan kepada para pengguna WhatsApp agar tidak melakukan percakapan yang sensitive, karena bisa saja dibaca pihak lain.

Baru-baru ini kebijakan privasi WhatsApp mendapat kritikan lagi. WhatsApp mengumumkan jika datanya akan disambungkan dengan Facebook. Facebook adalah pemilik WhatsApp, perusahaan induk itu tentu saja akan berusaha mendulang keuntungan lebih banyak dari iklan dengan cara membaca aliran data percakapan penggunanya.

Bebeda dengan organisasi Amnesty International yang memuji WhatsApp, Electronic Frontier Foundation malah lebih jauh membeberkan sejumlah masalah lain berkenaan dengan perangkat privasi pada WhatsApp. Misalnya fasilitas backup pada WhatsApp yang tidak dienkripsi. Memang fitur backup sangat berguna bagi penggunanya ketika smartphone hilang, dicuri, atau membeli yang baru. Meski tujuannya baik, potensi data bocor tetap ada karena pesan-pesan yagn dibackup tersebut dikirimkan ke server cloud tanpa perlindungan. Dan itu memungkinkan untuk orang jahat untuk menerobos backup dan membaca pesan-pesan percakapan yang mereka inginkan.

Meskipun pengguna WhastApp menyatakan dan memilih opsi untuk tidak melakukan backup, tetap saja data percakapan akan tersimpan didalam server cloud. Kok bisa? Ya, sebab ketika seseorang chatting atau berbagi pesan dengan lawan chatting yang menggunakan fitur backup, maka pesannya juga ikut terbackup, dan itu tanpa enkripsi.

Electronic Frontier Foundation juga menyoroti isu seputar cara WhatsApp memasukkan enkripsi agar dirasakan penggunanya. Fakta lain yang memperlihatkan kerentanan keamanan WhatsApp adalah penggunaan aplikasi web. Menggunakan WhatsApp via web sangat rentan untuk diterobos oleh para hacker dan pencuri data.

Tidak saja mengkritik, Electronic Frontier Foundation juga mengapresiasi penggunaan protokol Signal yang memang digunakan WhatsApp. Protokol ini masih dianggap sebagi salah satu sistem standar enkripsi yang membuat pesan menjadi aman.

Meski demkian masih banyak masalah lain terutama keamanan dan privasi ketika menggunakan WhatsApp.
Inti dari tulisan ini adalah:

  • Aplikasi online apapun tetap harus diwaspadai, jika terkait keamanan data dan privasi
  • WhatsApp adalah milik Facebook, bagaimanapun mereka adalah perusahan komersial yang mendapatkan keuntungan dari menjual data
  • Celah ketidak-amanan WhatsApp dan Facebook adalah enkripsi yang tidak maksimal
  • Secara standard WhatsApp sudah menerapkan enkripsi guna melindungi data percakapan antar para penggunanya
  • Terutama fitur bakckup pada WhatsApp yang mengirimkan data ke server cloud secara kurang aman.
  • Tetaplah bijak menggunakan aplikasi chatting WhatsApp, kiranya pesan itu membutuhkan keamanan atau terkait privasi.

Sumber:
https://www.independent.co.uk/life-style/gadgets-and-tech/news/whatsapp-facebook-secure-privacy-amnesty-data-sharing-eff-best-most-chat-app-a7373361.html