Di Italia mencuri makanan karena lapar bukanlah kejahatan
Di Italia Mencuri Makanan Karena Lapar Bukanlah Kejahatan
August 24, 2016
Desain hijab karya Anniesa Hasibuan mendobrak New York Fashion Week
Desain Hijab Karya Anniesa Hasibuan Mendobrak New York Fashion Week
October 5, 2016

Pulang Kampung ke Garut dan Tausiyah KH Aceng Zakaria

Pulang Kampung ke Garut dan Tausiyah KH Aceng Zakaria

Tulisan Pulang Kampung ke Garut dan Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketum PERSIS ini mungkin murni blog posting setelah sekian lama tidak menulis kecuali review dan promoted articles. Tadinya saya ingin membuat liputan khusus banjir bencana bandang di kota Garut 2016, saya pikir sudah banyak yang menulisnya serta Alhamdulillah telah banyak perhatian bantuan yang datang ke lokasi tersebut baik tenaga, medis, obat-obatan dan makanan, langsung maupun tidak langsung.

Dan ahhh, akhirnya; setelah 4 tahun tidak menyambangi rumah orang tua kedua saya (baca: mertua) saya di Garut, Jum’at 23 September lalu maka berangkatlah kami sekeluarga.

Terakhir sekali saya berkunjung adalah pada tahun 2012 yang silam. Saat itu di halaman rumah, saya masih ingat ketika itu pada akhir Ramadhan, ustadz Yusuf Mansur menelepon saya hampir 1 jam lebih terkait sebuah website tahfidz al Quran.

Kini empat tahun kemudian, saya bisa datang lagi ke rumah tempat saya mengucapkan ijab kabul pada akhir Desember tahun 2000, 16 tahun silam.

Dramatis sekali bercampur adrenalin ketika mobil keponakan saya yang sekaligus disupirinya harus berhenti di tanjakan yang menurut saya tertinggi yang pernah saya lihat. Padahal baru 80% tanjakan terlewati. Dengan kemiringan ekstrim hampir 40 derajat dan ketinggian 30 meter, membuat kami semua benar-benar harus melakukan sesuatu.

Gerimis menyambut bersamaan dengan kami berhamburan keluar mobil. Setengah panik saya dan anak saya Zein mengangkat beberapa batu untuk mengganjal ban belakang mobil. Mungkin tidak sopan ketika saya menerobos pekarangan rumah orang dan mengambil sebongkah batu besar dan tidak pernah mengembalikan ke tempatnya semula.

Singkat cerita kami harus berterima kasih pada dua orang pemotor yang kebetulan lewat dan membantu mendorong mobil kami hingga melewati puncak tanjakan.

Sungguh horor, mengingat belum lama sebuah angkot harus terjun bebas ke jurang batu di samping kanan tanjakan yang oleh masyarakat sekitar dinamakan tanjakan Majapahit atau tanjakan mang Eje atau tanjakan Jumre. Saya berhasil secara khusus mengambil beberapa gambar dan video tanjakan yang berada di daerah Cihanja Caringin Karang Tengah ini.

Lebih lengkapnya Anda bisa merujuk kasus jatuhnya angkot di tanjakan ini pada link berita berikut ini:

Beberapa gambar dan video ini saya dokumentasikan sebelum menjelang dzuhur pada hari Selasa 27 September, 2 jam sebelum acara tausiyah dalam rangka tasyakuran pernikahan adik ipar saya. Saya tidak menduga jika lobi adik kami dan orang tua berhasil mendatangkan orang nomor satu di organisasi Persatuan Islam (PERSIS) yaitu KH Aceng Zakaria yang kini duduk sebagai ketua hasil muktamar 2015.

Ini dia video dan gambar-gambar tanjakan yang tidak pernah habis diceritakan bahkan oleh masyarakat lokal Cihanja Karang Tengah sendiri.

Pulang Kampung ke Garut dan Tausiyah KH Aceng Zakaria

Lihatlah gambar pertama, luar biasa kan untuk menantang nyali. Kakak saya nyerah dan menunjuk Deni keponakan kami untuk naik turun mobil di tanjakan ini.

dscf4226-jumre-caringin-sukawening-garut

Dan ini adalah tempat mobil kami terpaksa berhenti. Sayang insiden itu tidak tertangkap kamera, dalam kondisi genting, saya harus melupakan kamera.

Bicara soal cerita,  saya ingin juga dengan bangga menyajikan gambar-gambar pemandangan dari bukit atas rumah kami, gunung Sidahurip yang fenomenal pada tahun 2011-2012 yang lalu. Gunung piramida, begitu dunia nasional mengenalnya, dapat terlihat jelas dari kampung kami, Legoknangka.

dscf4026-masjid-di-gunung-di-legoknangka-caringin-garut

Puncak gunung Sadahurip yang pernah disebut sebagai piramida Garut dari balik sebuah mushola.

dscf4027-gunung-sadahurip-piramida-garut

Nah ini dia puncak gunung Sadahurip.

dscf4143-pemandangan-gunung-di-cihanja-garut

Dari angle lain ketika berkabut saat pagi hari ketika saya hiking sambil berburu gorengan hangat.

dscf4148-pemandangan-gunung-piramida-di-cihanja-garut

Nah, indah bukan?

dscf4151-pemandangan-gunung-di-cihanja-garut

Biar berkesan, saya harus mendekat ke semak dan rerumputan untuk mengambil gambar.

dscf4216-jumre-caringin-sukawening-garut

Tampilan gunung piramida Garut dari bawah tanjakan Cihanja, tepatnya di kampung Jumre.

dscf4217-jumre-caringin-sukawening-garut dscf4229-jumre-caringin-sukawening-garut dscf3983-gunung-sadahurip-piramida-garut dscf3946-gunung-sadahurip-piramida-garut dscf3958-gunung-sadahurip-piramida-garut

Yang ini pemandangan dari teras rumah salah satu kakak kami. Anak saya si sulung Zein biasanya favorit nginep di tempat ini.

dscf3961-gunung-sadahurip-piramida-garut-ada-di-belakang-saya dscf3964-gunung-sadahurip-piramida-garut-ada-di-belakang-saya

Video Ceramah KH Aceng Zakaria

Saya sering mendengar penuturan ibu mertua tentang masa kecil KH Aceng Zakaria di kampung ini, menurut beliau, Aceng Zakaria semasa kecil dulunya sering ngarit (mencari rumput) untuk kambing-kambingnya. Di awal tausiyah, Anda akan mendengarkan beliau bercerita tentang kenangannya di tahun 1965 di kampung ini.

Siapa KH Aceng Zakaria? Yang saya tahu, beliau adalah tokoh penulis buku-buku luar biasa. Ketika saya masih belajar bahasa Arab di sebuah program persiapan muballigh, beberapa buku beliau menjadi rujukan dan referensi saya.

Dan inilah dia dokumentasi foto dan video yang saya ambil ketika KH Aceng Zakaria memberikan tausiyahnya di rumah kami di kampung Legoknangka Cihanja Desa Caringin Kecamatan Karangtengah Garut.

Foto-foto

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Video Ceramah via Youtube

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria

Foto di atas adalah ketika KH Aceng Zakaria memulai ceramahnya di teras rumah kami. Bagi yang belum mengetahui tentang beliau, beliau ini adalah pimpinan Pondok Pesantren Persis 99 Rancabango yang pernah menjabat sebagai ketua Bidang Garapan Pendidikan Pimpinan Pusat Persatuan Islam. Beliau juga menjadi anggota Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam dan pernah menjabat sebagai ketua BKSPPI Kabupaten Garut. Selain menjadi penasihat ICMI Kabupaten Garut, beliau juga mengetua STAI PERSIS GARUT. Dan melalui muktamar terakhir, maka sekarang beliau adalah ketua umum Pengurus Pusat Persis periode tahun 2015-2020.

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Disampaikan dalam bahasa Sunda, beliau banyak memberikan wejangan tentang pentingnya berjamaah demi kokohnya umat Islam dan kaum muslimin. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, beliau juga memberikan tausiyah seputar kehidupan rumah tangga yang sakinah.

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Tidak lupa sorotan-sorotan tajam beliau soal kancah perpolitikan Indonesia dan PILKADA Jakarta menjadikan kami semua yang tinggal di kampung pelosok, seperti mendapat materi kuliah FISIPOL dan pencerahan nasional.

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Ciri khas da’i PERSIS yang sering saya perhatikan adalah ulasan tajam mereka soal politik dan mampu menterjemahkan kepada audiens di akar rumput bawah secara gamblang.

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria

Oleh Oleh dari Garut Tausiyah KH Aceng Zakaria Ketua PERSIS

Sebagai pelengkap dari tulisan pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria ini dan oleh-oleh lengkap liburan saya selama 5 hari di kampung halaman kelahiran istri dan anak kedua saya ini, berikut foto-foto yang sengaja saya abadikan. Inilah beberapa sudut pemandangan perkampungan di pegunungan Cihanja.

dscf3973-hanif-di-garut-sungai-berbatu

Pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria

dscf3966-nadia-dan-hanif-di-garut dscf3967-nadia-dan-hanif-di-garut dscf3968-nadia-dan-hanif-di-garut dscf3971-hanif-di-garut

Memang bukan liburan libur sekolah karena anak-anak kami harus membuat surat permohonan izin tidak sekolah, karenanya kunjungan ini benar-benar dimanfaatkan anak-anak kami untuk mengeksplorasi kampung.

dscf3963-kampung-legoknangka-cihanja-caringin-karangtengah

Kampung legok nangka dari sebuah sudut.

dscf4016-nadia-ririn-dan-hanif dscf4023-teh-vina dscf3993-masjid-di-gunung-di-legoknangka-caringin-garut dscf3991-rumah-mertua-masbadar dscf3997-hanif-di-rumah-nenek

Makan pagi di suasana pegunungan nan dingin sungguh nikmat. Makan banyak? Jangan takut akan timbunan kalori, semu akses jalan di sini berkontur perbukitan. Bahkan gang masuk di depan rumah kami, 2 kali turun naik saja, di jamin Anda ngos-ngosan.

dscf3978-cuci-muka-di-walungan-atau-sungai-kecil-berbatu-di-legoknangka-caringin-garut

Di musim penghujan seperti ini, air berlimpah dan bersih. Dulu 15 tahun yang lalu aliran sungai kecil yang kami sebut walungan ini sering digunakan untuk MCK. Kini MCK warga kampung legoknangka sudah menggunakan toilet dan kamar mandi dalam rumah.

Kini air di sungai indah berbatu ini benar-benar bersih. Rasanya segar untuk cuci muka. Atau mandi.

dscf3977-walungan-atau-sungai-kecil-berbatu-di-legoknangka-caringin-garut

Sebagian warga masih menggunakan air walungan untuk dialirkan menggunakan pipa-pipa paralon setelah sebelumnya di tampung pada bak penampungan.

dscf3976-walungan-atau-sungai-kecil-berbatu-di-legoknangka-caringin-garut anak-anak-di-cihanja-garut-dscf4290

Dan anak-anak yang menjadi objek fotografi saya ini, sebagian besar mereka masih bertalian darah dengan kami, biasanya mereka adalah anak-anak dan cucu sepupu kami.

anak-anak-di-cihanja-garut-dscf4286 dscf4215-jembatan-bambu-jumre-caringin-sukawening-garut

Dan ini adalah sungai Jumre tempat dulu pada tahun 2013 sebuah angkutan kota warna merah putih bernomor 07 jurusan Garut Sukawening yang dicarter warga setempat untuk mengangkut keperluan hajatan harus kehilangan kendali dan meluncur bebas lalu mendaratlah di tempat ini.

dscf4214-jembatan-bambu-jumre-caringin-sukawening-garut dscf4194-pemandangan-langit-di-cihanja-garut dscf4192-pemandangan-mandi-di-sungai-berbatu-di-cihanja-garut dscf4191-pemandangan-sungai-di-cihanja-garut dscf4189-pemandangan-sawah-di-cihanja-garut dscf4188-pemandangan-sawah-di-cihanja-garut dscf4186-pemandangan-sawah-di-cihanja-garut dscf4182-pemandangan-pesawahan-di-cihanja-garut dscf4176-pemandangan-sungai-di-cihanja-garut dscf4174-pemandangan-walungan-di-cihanja-garut dscf4173-pemandangan-sungai-di-cihanja-garut dscf4162-pemandangan-sungai-berbatu-di-cihanja-garut dscf4170-pemandangan-sawah-di-cihanja-garut dscf4159-pemandangan-pohon-di-cihanja-garut Pulang Kampung ke Garut dan Tausiyah KH Aceng Zakaria

Demikianlah cerita saya tentang pulang kampung ke Garut dan tausiyah KH Aceng Zakaria.