10 Proyek Terbaik di World Architecture Festival 2018

World Architecture Festival 2018

Halo pembaca, jika Anda mencari informasi proyek arsitektur terbaik tahun ini, maka inilah 10 Proyek Terbaik di World Architecture Festival 2018. Meskipun sudah disortir menjadi 353, ribuan proyek yang ikut serta pada World Architectural Festival (WAF) November tahun ini menjadi tahun tersibuk bagi panitia.

Tahun 2018 ini, World Architectural Festival (WAF) mendapatkan pengiriman dari 81 negara. Ada 100 juri internasional menyeleksi sekian banyak presentasi di Amsterdam.

Apakah Anda juga mencari info perusahaan konstruksi terdekat KIIC Suryacipta Karawang, PT Nikifour telah berpengalaman dengan berbagai proyek pembangunan gedung dan maintenance, juga interior dan eksterior.

Hadiah berupa rumah telah dibagikan kepada lebih dari 35 pemenang dalam berbagai kategori. Beberapa kategori itu di antaranya adalah: Small Project of the Year, Use of Color Prize, Use of Certified Timber Prize and Leisure-Led Development.

10 Pemenang Penghargaan di World Architecture Festival 2018

Kemudian inilah 10 terbaik dari ratusan pemenang World Building of the Year. Daftar yang lainnya, Anda bisa lihat di situs web WAF.

1.  Kampung Admiralty – Singapore, Singapore

Proyek yang didukung oleh GROHE: WOHA Architects ini memenangkan penghargaan World Building of the Year 2018.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Kampung Admiralty menjadikan WOHA menyabet hadiah utama. Proyek ini berupa sebuah kompleks hijau yang mengasyikkan yang membawa fasilitas umum dan layanan bersama di Singapura.

Kampung Admiralty dirancang untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan memenuhi kebutuhan populasi yang menua di negara pulau itu.

Proyek ini juga dilengkapi dengan plaza komunitas, pusat medis, taman komunitas dan fungsi kesehatan, sosial dan komersial lainnya bersama dengan apartemen untuk para manula.

Desa hijau yang subur dan ditinggikan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup penghuninya dengan memperbanyak ventilasi silang dan cahaya matahari. Semuanya berada pada lahan sempit kurang dari satu hektar dengan batas ketinggian 45 meter.

2. Tour Montparnasse – Paris, France

Proyek ini didukung oleh Guardian Glass, Dikerjakan oleh: Studio Gang.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Pemenang kategori Glass Future pada World Architecture Festival 2018 ini dibangun oleh Studio Gang. Dinamakan Tour Montparnasse Tower, gedung ini adalah desain ulang gedung ibukota Prancis yang “jelek”itu sehingga menjadikannya landmark baru abad 21.

Tidak hanya aspek-aspek memilin dari pencakar langit yang secara visual dinamis, memberikannya efek berkilauan, desain mereka juga membantu meneduhkan interior dan membuat struktur lebih tahan terhadap angin.

Bagian dasar gedung yang transparan membantu mengaburkan batas antara di dalam dan di luar ruangan. Gedung itu juga kini penuh dengan taman bertingkat, pasar terbuka, toko dan ruang untuk acara besar.

3. Batlle i Roig Arquitectura – Barcelona, Spanyol

Proyek Trotoar pejalan kaki di sepanjang pertambangan gypsum di Barcelona, Spanyol ini adalah pemenang penghargaan Landscape of the Year WINNER 2018 di event World Architecture Festival 2018.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Jalan baru yang dinamis ini memotong lereng bukit di Barcelona, mengarah dari titik pengamatan yang menatap kota Igualada ke kompleks tambang gipsum tua di bawahnya.

Dirancang oleh Battlle i Roig Arquitectura, Jalur Pengamatan adalah bagian dari skema Cincin Hijau Igualada yang lebih besar, yang bertujuan untuk menciptakan sabuk hijau untuk pejalan kaki dan sepeda di sekeliling Barcalona.

Trek zig-zag didekorasi dengan paving beton luminesen yang mengeluarkan cahaya biru-hijau ketika gelap.

4. The Piano Mill – Stanthorpe, Australia

Peraih penghargaan pada kategori Culture di acara World Architecture Festival 2018, proyek ini adalah bangunan yang diselesaikan oleh perusahaan Conrad Gargett.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Gedung ini bernama The Piano Mill, yang terletak di kota Stanthorpe, Australia. Instalasi ini merupakan sebuah struktur yang baru di Queensland yang membahas persilangan peran antara arsitektur di lingkungan bangunan budaya.

“Proyek asli Australia ini merayakan budaya pemukiman di jaman awal-awal kolonial di negara kami, menunjukkan kolaborasi seni, musik dan arsitektur, serta komposisi musik pionir,” kata arsitek Bruce Wolf, Ketua Perusahaan Conrad Gargett.

Bangunan yang berfungsi sebagai instalasi seni ini merupakan alat musik yang sangat besar sekaligus “mesin pertunjukkan”, yang berisi enam belas piano yang menyetel bilah radar dan sonic periscopes yang dipasang di balkon yang ditinggikan di sekitar ruang kosong tiga lantai.

5. Hammershus Visitor Centre – Allinge, Denmark

Pemenang kategory Display, ini dibangun oleh Arkitema Architects dan Professor Christoffer Harlang. Gedung bernama Hammershus Visitor Centre ini berada di Allinge, Denmark.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Bagaimana cara mendesain pusat pengunjung modern guna menghargai reruntuhan puri terbesar di Eropa Utara tanpa merusak nilai-nilai sejarahnya?

Arsitek Arkitema dan Profesor Christoffer Harlang menjawab pertanyaan itu dengan Pusat Pengunjung Hammershus di Allinge, Denmark, kompleks dataran rendah yang indah yang dibangun di bebatuan di seberang reruntuhan sehingga pengunjung dapat memandang mereka dari sudut pandang ideal sekaligus dan dengan sebuah kenyamanan kafe.

Didesain dengan penuh kehati-hatian namun tetap elegan, gedung ini meluas hampir ke lanskap di luar, sementara interior terbuat dari perpaduan beton mentah dan kayu oak sehingga menghadirkan kehangatan yang tak terduga.

6. Zeitz MOCAA – Cape Town, South Africa

Proyek ini adalah pemenang penghargaan New and Old Completed Buildings – World Architecture Festival 2018, yang dikerjakan oleh Heatherwick Studio. Gedung Zeitz MOCAA ini terletak di kota Cape Town, South Africa

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Heatherwick Studio membuat Zeitz MOCAA ini di Cape Town, Afrika Selatan. Bangunan ini asalnya adalah gudang penyimpanan gandum kemudian diubah karakteristik historisnya yang mengidentifikasi menjadi patung beton abstrak.

Mewakili museum internasional pertama di Afrika, gedung ini didedikasikan sepenuhnya untuk seni Afrika kontemporer. Gedung MOCAA ini menggunakan menara gradasi tua dan gudang 42 blog yang padat. Ruang tengah dilobangi dalam ukuran besar untuk menciptakan efek seluler.

Memilliki sembilan lantai, museum baru ini menawarkan 6.000 meter persegi ruang pameran di 80 galeri serta taman patung di atap, toko buku, restoran, bar, ruang baca dan mulai dari penyimpanan seni dan area konservasi.

7. Thiruvalluvar -Kanyakumari, India

Pemenang penghargaan pada kategori Infrastructure Future Project – World Architecture Festival 2018. Dikerjakan oleh Monk Mackenzie + Novare. Gedung bernama Thiruvalluvar ini berada di kota Kanyakumari, India.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Para peziarah di India akan memiliki cara baru yang mencolok untuk mengakses Patung Thiruvalluvar dan Kuil Vivekanada, yang terletak di pulau-pulau di ujung paling selatan negara itu. Dirancang oleh Monk Mackenzie bekerja sama dengan Novare, jembatan pejalan kaki sepanjang 500 meter dipuji oleh para juri sebagai “respons sederhana dan elegan untuk masalah yang rumit.”

8. Muku Nursery School – Fuji City, Japan

Proyek ini adalah pemenang kategori School Completed Buildings. Dibangun oleh Tezuka Architects. Gedung Muku Nursery School terletak di kota Fuji, Jepang.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Perusahaan Jepang, Tezuka Architects dikenal untuk memproduksi sekolah luar biasa (selain banyak jenis proyek lainnya), tetapi yang satu ini, Muku Nursery School, adalah yang paling mencolok secara visual.

Jika dilihat dari atas, gedung-gedung sekolah ini nampak seperti serangkaian gelembung yang membumbung dari lanskap di samping kolam bermain dan fitur luar lainnya.

Arsitek sekolah ini menggambarkan tata letak sebagai “benar-benar bebas dari batasan geometris,” sehingga seolah mengajak anak-anak untuk membuat gerakan melingkar yang pernah berhenti.

9. Shanghai Greenland Center – Shanghai, China

Proyek ini menyabet penghargaan Shopping Completed Buildings. Dibangun oleh NIKKEN SEKKEI, Shanghai Greenland Center atau dikenal juga dengan nama Greenland Being Funny ini berlokasi di kota Shanghai, China.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018World Architecture Festival 2018

Yang satu ini dari event World Architecture Festival 2018 adalah sebuah proyek yang kelihatannya cuma render komputer, bukan bangunan sesungguhnya. Padahal proyek Pusat Greenland Shanghai yang dikerjakan oleh Nikken Sekkei ini sudah selesai.

Proyek ini berfungsi sebagai lahan pertanian dan taman lanskap yang berkonsep pertemuan kota dengan kehidupan alam.

Terletak tepat di atas salah satu stasiun metro yang paling sibuk, taman dan pusat perbelanjaan baru yang kompleks ini memiliki atap yang terbagi menjadi berbagai skala di berbagai ketinggian, menciptakan serangkaian teras dan lereng.

Dari luar, kompleks itu seperti permata hijau terang bagi orang yang memandangnya. Selain itu jgua nampak menyembunyikan semua aktivitas komersial di dalamnya.

10. Audemars Piguet Hôtel des Horlogers – Le Brassus, Switzerland

Pemenang kategorui Leisure Led Development Future Project, dikerjakan oleh BIG-Bjarke Ingels Group. Proyek Audemars Piguet Hôtel des Horlogers ini berlokasi di Le Brassus, Switzerland.

World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018 World Architecture Festival 2018

Bjarke Ingels Group, disingkat BIG, nampaknya adalah ahlinya membuat hotel yang menyenangkan di Swiss. Hotel ini menampilkan lereng ski yang dibangun tepat ke atapnya yang berliku-liku.

Audemars Piguet Hotel des Horlogers memiliki 50 kamar, dua restoran, bar, spa, dan pusat konferensi dalam lima volume miring.

Para tamu dapat bermain ski di bawah atap hotel untuk akses langsung ke lereng yang berdekatan serta museum pembuat jam Audemars Piguet, yang juga dirancang oleh BIG.

Info dari World Architecture Festival 2018 ini bersumber: https://weburbanist.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.